Jakarta (ANTARA) - Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan persiapan yang matang dengan visi jangka menengah hingga jangka panjang dalam merealisasikan rencana pengembangan motor dan mobil nasional pada 2028.
“Karena tenggat 2028 sudah sangat dekat, persiapannya harus tajam dan terprogram dengan visi jangka menengah hingga panjang,” ujar Yannes saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.
Selain itu, kata dia, percepatan infrastruktur pengisian daya dan standardisasi teknis untuk membangun pasar juga diperlukan.
Menurutnya, dukungan paling krusial ada pada penguasaan ekosistem rantai pasok secara utuh terutama pada produksi komponen inti dan komponen berteknologi tinggi di dalam negeri dengan kepemilikan industri sebesar-besarnya di dalam negeri.
Baca juga: Indonesia dapat keuntungan berlapis bila produksi kendaraan nasional
“Artinya, dari sektor hulu, manufaktur komponen, hingga industri integratornya harus benar-benar dikendalikan di dalam negeri. Dukungan regulasi dan insentif fiskal juga harus memaksa penyerapan tingkat komponen lokal yang menukik langsung pada penguasaan komponen inti, seperti sel baterai dan drivetrain, bukan sekadar perakitan bodi atau rangka yang masih disetir oleh tingginya komponen impor,” jelasnya.
Ditambah dengan sinergi riset dan skema pembiayaan yang tepat, menurutnya target 2028 tidak hanya akan melahirkan produk, tetapi menjadi fondasi terciptanya perputaran ekonomi yang mengukuhkan kemandirian industri nasional secara berkelanjutan.
“Selanjutnya perlunya kepastian dukungan anchor market dari seluruh jajaran pemerintah pusat sampai daerah, TNI dan Polri untuk menyerap produksinya sampai industri ini benar-benar mampu tumbuh secara kuat dalam menghadapi kompetisi di pasar bebas dalam negeri dan siap untuk ekspor,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan mempercepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat dalam penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat.
Baca juga: Ekonom: Insentif KBLBB berbasis kinerja perkuat perekonomian nasional
“Kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, Pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional,” katanya.
Selain itu, ia juga mengumumkan akan berikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh pengusaha Indonesia.
“Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus yakni menurunkan biaya kendaraan bagi rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya. Insentif ini adalah investasi untuk menjadikan rakyat Indonesia pasar pertama bagi karya anak Indonesia,” ujarnya lagi.
Menurutnya, kehadiran motor listrik buatan Indonesia yang melaju di jalan raya merupakan tiga kemenangan sekaligus yakni penghematan bagi keluarga, pengurangan impor energi, dan pekerjaan bagi anak bangsa.
Baca juga: Menperin sebut insentif EV akan diprioritaskan mobil merek nasional
Baca juga: Pemerintah tegaskan komitmen wujudkan ekosistem kendaraan listrik
Baca juga: Kemenperin percepat ekosistem bus listrik nasional
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026