Tangerang (ANTARA) - Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) Munawar Chalil mengatakan bahwa transisi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut dia, hal itu tidak dapat dibangun hanya melalui satu sudut pandang, melainkan melalui ruang dialog yang terbuka dan berbasis data.

"Semua pemangku kepentingan di ekosistem industri ini punya hak dan kewajiban yang sama untuk menyuarakan aspirasinya demi keberlangsungan industri ini di masa ke depan," kata Munawar saat dialog otomotif tentang elektrifikasi di Tangerang, Rabu.

Baca juga: KPBB nilai elektrifikasi lebih berkelanjutan dibanding Program B50

Dalam beberapa tahun terakhir, kata Chalil, perubahan pada industri otomotif Indonesia terjadi sangat cepat. Kendaraan elektrifikasi yang beberapa waktu lalu masih diragukan, kini telah menjadi bagian transformasi industri secara nasional.

Pada semester pertama 2026, penjualan kendaraan penumpang elektrifikasi meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara pangsa pasarnya meningkat dari 23 persen menjadi 38 persen.

“Ini adalah perubahan yang sangat signifikan dan terjadi dalam waktu yang relatif sangat cepat. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki fase baru dalam perjalanan menuju elektrifikasi,” tutur Chalil.

Melihat perkembangan industri yang begitu cepat, forum diskusi, yang dihadiri para pemangku kepentingan  dari industri otomotif, asosiasi, akademisi, pengamat, serta media massa,  dibutuhkan sebagai wadah dialog dan pertukaran pandangan mengenai arah perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Menurut Chalil, sebagai negara kepulauan dengan bentang wilayah yang luas, setiap daerah memiliki kondisi geografis, budaya, bahasa, dan kebiasaan masyarakat yang berbeda, sehingga diperlukan solusi mobilitas yang mampu mengakomodasi keberagaman tersebut.

“Teknologi memiliki keunggulan, tantangan, serta perannya masing-masing. Yang penting bagaimana seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama membangun ekosistem yang mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, memperkuat daya saing industri nasional, dan mendukung target pembangunan berkelanjutan,” ujar dia.

Baca juga: Indonesia tawarkan elektrifikasi alat berat kepada Belarus 

Baca juga: Changan berencana bawa 15 model kendaraan elektrifikasi ke Indonesia

Baca juga: Ekonom menilai insentif otomotif dorong produksi EV nasional

Baca juga: Menperin sebut insentif EV akan diprioritaskan mobil merek nasional

Pewarta:
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026