Australia (ANTARA) - Teknologi pencegah kecelakaan yang dirancang untuk menjaga kendaraan tetap berada di lajurnya "lane keep assist" sekaligus menghindari tabrakan dengan pesepeda akan diwajibkan pada seluruh mobil baru yang dijual di Australia.

Pemerintah Federal Australia akan mewajibkan teknologi lane keep assist pada seluruh mobil penumpang dan kendaraan niaga ringan baru yang diimpor ke Australia mulai 1 Maret 2029, sebagaimana dilaporkan laman warta otomotif Australia, Drive, Jumat (24/7) waktu setempat.

Kebijakan tersebut akan berlaku bersamaan dengan kewajiban penggunaan sistem autonomous emergency braking (AEB) yang mampu mendeteksi pesepeda dan secara otomatis mengerem saat potensi tabrakan terdeteksi. Sebelumnya, sistem AEB hanya diwajibkan mampu mendeteksi pejalan kaki dan kendaraan lain.

Baca juga: BYD naikkan harga fitur ADAS karena biaya chip memori melonjak

Model kendaraan yang baru diperkenalkan ke pasar harus memenuhi aturan tersebut satu tahun lebih awal, yakni mulai 1 Maret 2028, sebelum akhirnya fitur tersebut diwajibkan pada seluruh model baru yang diimpor ke Australia, terlepas dari kapan model tersebut diluncurkan.

Kendaraan yang diimpor sebelum 1 Maret 2029 masih dapat dijual setelah tanggal tersebut, sementara mobil bekas yang telah beredar di jalan tidak terdampak aturan baru ini.

Fitur lane keep assist dan AEB dengan deteksi pesepeda sebenarnya sudah tersedia pada banyak mobil baru terlaris di Australia karena menjadi salah satu syarat untuk memperoleh peringkat keselamatan bintang lima dari ANCAP.

Namun, masih terdapat sejumlah model lama yang dijual di diler tanpa kedua sistem tersebut, atau menggunakan versi yang belum memenuhi parameter pengujian yang ditetapkan pemerintah Australia.

Baca juga: Fitur semi-otonom ADAS favorit pengguna Wuling Almaz RS

ANCAP bersama mitranya di Eropa, Euro NCAP, sebelumnya mendapat kritik karena mendorong penggunaan luas teknologi lane keeping tanpa memastikan sistem yang diterapkan produsen mobil bekerja secara intuitif dan tidak mengganggu pengemudi.

Kini, ANCAP telah memperbarui protokol pengujian bintang limanya dengan menambahkan evaluasi terhadap seberapa agresif sistem lane keeping melakukan intervensi, baik di lintasan uji maupun dalam kondisi berkendara nyata.

Pengecualian terhadap aturan baru mengenai lane keep assist dan AEB dengan deteksi pesepeda berlaku bagi pikap (ute) dan van dengan Gross Vehicle Mass (GVM) 3,5 ton atau lebih, seperti Toyota LandCruiser 70 Series dan Ram 1500.

Kendaraan tersebut hanya diwajibkan memiliki AEB yang mampu mendeteksi kendaraan lain serta, mulai 2028, sistem lane departure warning yang memberi peringatan ketika kendaraan keluar jalur, bukan sistem yang secara otomatis mengarahkan kendaraan kembali ke lajurnya.

Baca juga: BYD umumkan fitur parkir otonom Level 4 untuk God's Eye ADAS

Kewajiban penggunaan lane keep assist dan AEB dengan deteksi pesepeda melengkapi sejumlah teknologi keselamatan canggih lain yang sebelumnya telah diwajibkan di Australia.

Saat ini, AEB yang mampu mendeteksi kendaraan sudah diwajibkan untuk mobil penumpang, SUV, pikap, van, dan truk ringan. Sementara itu, aturan yang mewajibkan AEB dengan kemampuan mendeteksi pejalan kaki juga mulai diberlakukan.

Usulan kewajiban lane keep assist pertama kali diajukan oleh pemerintahan federal sebelumnya pada 2021, dengan rencana penerapan mulai 1 Maret 2024 untuk model kendaraan baru dan 1 Maret 2026 untuk seluruh model baru.

Saat itu, kebijakan tersebut diperkirakan mampu mengurangi kecelakaan fatal kendaraan ringan sebesar 11,9 persen, menyelamatkan 6.989 jiwa, serta mencegah 23.648 cedera serius dan 7.385 cedera ringan dalam periode 35 tahun.

Namun, penerapan aturan tersebut ditunda setelah muncul berbagai masukan dalam konsultasi publik mengenai kemampuan kendaraan yang dirancang untuk pasar luar negeri dalam mengenali marka jalan di Australia.

"Departemen sedang bekerja sama dengan United Nations World Forum for Harmonization of Vehicle Regulations untuk memastikan marka jalan Australia dimasukkan ke dalam persyaratan internasional," kata juru bicara Department of Infrastructure, Transport, Regional Development, Communications and the Arts kepada Drive pada 2023.

Baca juga: Bedah fitur ADAS pada NETA V-II, ada apa saja?

Meski banyak kendaraan baru saat ini telah dilengkapi lane keep assist dan AEB dengan deteksi pesepeda—dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah hingga 2029—keberadaan fitur tersebut dalam spesifikasi kendaraan belum tentu berarti telah memenuhi ketentuan regulasi baru.

Persyaratan AEB dengan deteksi kendaraan sebelumnya telah mengakhiri penjualan Mitsubishi ASX, Eclipse Cross, Pajero Sport, serta Mazda6 pada 2025. Meskipun seluruh model tersebut telah dibekali fitur AEB, sistem yang digunakan tidak memenuhi parameter operasional yang ditetapkan dalam regulasi.

Sejumlah produsen mobil juga pernah mengajukan pengecualian terhadap aturan keselamatan tersebut. Misalnya, Ineos Grenadier memanfaatkan celah regulasi untuk kendaraan off-road sehingga tidak diwajibkan menggunakan AEB standar untuk deteksi kendaraan. Sementara Toyota LandCruiser 70 Series mengubah kategori kendaraannya pada 2022 agar tidak terkena ketentuan yang sama.

Baca juga: Uji tabrak NCAP baru menargetkan ADAS yang "mengganggu"

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026