Jakarta (ANTARA) - BMW dikabarkan telah mengeluarkan program kampanye penarikan kembali (recall) terhadap 10.559 unit kendaraan yang diproduksi pada periode 202 hingga 2025, akibat potensi gangguan kelistrikan pada motor starter.

Laman Drive pada Minggu (19/7) waktu setempat melaporkan bahwa masalah tersebut berisiko membuat mesin gagal dihidupkan, bahkan dalam kondisi terburuk dapat memicu kebakaran saat kendaraan sedang beroperasi.

Berdasarkan pemberitahuan penarikan yang diterbitkan pada 16 Juli 2026, model yang terdampak meliputi BMW Seri 2, Seri 3, Seri 4, Seri 5, X3, X4, dan Z4.

Baca juga: BMW rayakan 25 tahun dengan penampilan besar di GIIAS 2026

Recall ini merupakan perluasan dari kampanye serupa yang diumumkan pada Februari 2026, yang sebelumnya mencakup lebih dari 16.500 kendaraan.

Secara global, BMW juga telah menarik lebih dari setengah juta unit karena persoalan motor starter yang sama.

Dalam dokumen penarikan dijelaskan bahwa penyebab masalah berasal dari cacat produksi pada sakelar solenoid motor starter.

Komponen tersebut dapat mengalami keausan lebih cepat, sehingga memicu korsleting internal pada sistem kelistrikan kendaraan.

Akibat gangguan tersebut, pengemudi berpotensi tidak dapat menghidupkan mesin setelah kendaraan dimatikan.

Dalam skenario terburuk, korsleting dapat menyebabkan panas berlebih pada motor starter yang berpotensi memicu kebakaran ketika mobil sedang digunakan.

BMW mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak meninggalkan mobil tanpa pengawasan saat mesin masih menyala, serta menghindari penggunaan fitur Remote Engine Start hingga proses perbaikan selesai dilakukan.

Pengemudi juga diminta mewaspadai munculnya bau asap, atau tanda-tanda panas berlebih yang berasal dari ruang mesin.

Pabrikan asal Jerman itu, menyatakan seluruh pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar terdampak akan dihubungi secara langsung.

Mereka akan diminta menjadwalkan kunjungan ke diler resmi BMW, untuk dilakukan penggantian motor starter tanpa biaya.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya program recall, sebagai langkah pencegahan terhadap potensi risiko keselamatan.

Bagi konsumen, pengecekan nomor identifikasi kendaraan (VIN) menjadi langkah penting untuk memastikan, apakah unit yang dimiliki termasuk dalam daftar kendaraan yang terdampak sehingga dapat segera memperoleh penanganan dari produsen.

Baca juga: Toyota dan BMW uji coba penggunaan bahan bakar minyak jelantah

Baca juga: CATL gaet Google, Xiaomi, dan BMW untuk susun aturan baterai global

Baca juga: Mercedes siapkan unit buat bersaing dengan BMW M3 EV

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026