China (ANTARA) - Produsen kendaraan listrik China, BYD, dalam waktu lima tahun ingin melampaui posisi produsen mobil Jepang, Toyota, sebagai pembuat mobil terlaris di dunia tanpa mengandalkan pasar Amerika Serikat.
Menurut siaran CarNewsChina pada Rabu (15/7), Wakil Presiden Eksekutif BYD Stella Li menyampaikan pernyataan berani itu tidak lama setelah BYD mencapai volume produksi kumulatif 17 juta kendaraan energi baru.
Dia menyampaikan kepada Financial Times bahwa target tersebut ditetapkan berdasarkan pertumbuhan organik yang telah dicapai oleh perusahaan.
Menurut dia, target itu dapat dicapai tanpa bergantung pada pasar Amerika Serikat, yang pemerintahnya memberlakukan tarif tinggi pada mobil buatan China.
Stella Li juga menyatakan bahwa BYD tidak perlu mengakuisisi produsen mobil untuk meningkatkan penjualan dan merebut posisi teratas dari Toyota.
Walaupun tidak mengesampingkan kemungkinan mengakuisisi merek mewah Eropa jika ada peluang yang sesuai di masa depan, perusahaan saat ini belum menetapkan target akuisisi spesifik.
Baca juga: BYD nyaris salip penjualan Toyota di Australia
Pendiri sekaligus Ketua BYD Wang Chuanfu bulan lalu juga menyampaikan target perusahaan untuk melampaui Toyota dalam lima tahun dan menjadi produsen mobil terlaris di dunia.
Menurut dia, target tersebut dapat dicapai dengan pengembangan teknologi pengisian daya cepat dan peningkatan pesat penjualan kendaraan di pasar luar negeri.
BYD telah meningkatkan kehadirannya di pasar luar negeri dengan fokus pada pasar Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Australia.
Sepanjang tahun 2025, BYD menjual 4,55 juta kendaraan secara global.
Sedangkan Toyota selama kurun itu membukukan angka penjualan 10,5 juta unit mobil tidak termasuk kendaraan merek Daihatsu dan Hino.
BYD pada tahun 2026 menargetkan angka penjualan global kendaraan energi barunya mencapai 5 juta hingga 5,5 juta unit, termasuk 1,5 juta unit di pasar luar negeri.
Baca juga: BYD jual 97.000 EV di Indonesia hingga Juli 2026
BYD dalam beberapa tahun terakhir berusaha mempercepat laju produksinya.
Perusahaan ini telah memproduksi satu juta kendaraan energi baru pada Mei 2021 dan mencapai angka produksi 10 juta kendaraan pada November 2024.
Selanjutnya, perusahaan hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk meningkatkan produksi dari 15 juta menjadi 17 juta unit.
Menurut data China EV DataTracker, BYD pada semester pertama 2026 menjual 1.777.321 kendaraan secara global atau turun 16,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka pengirimannya di pasar domestik China juga turun 45,9 persen menjadi 795.169 unit.
Namun, pertumbuhan penjualan di pasar internasional diperkirakan dapat mengimbangi penurunan penjualan mobil BYD pada paruh kedua tahun 2026.
Baca juga: Penjualan mobil listrik di pasar domestik China menurun
Baca juga: Penjualan mobil merek China di Indonesia naik 73 persen
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026