Jakarta (ANTARA) - Ferrari meluncurkan 849 Testarossa, mobil plug-in hybrid (PHEV) jenis berlinetta terbaru pengganti SF90 Stradale, ke pasar otomotif Indonesia pada Kamis.
"Ferrari 849 Testarossa merupakan babak baru bagi para true Ferraristi, mobil ini dirancang untuk mereka yang menginginkan rasa berkendara yang terbaik dan performa luar biasa," kata Manajer Penjualan PT Eurokars Prima Utama (Ferrari Indonesia) Jordy Kamal pada acara peluncuran yang dilaksanakan di Jakarta.
"Born from legacy, model ini membawa nama ikonik yang berakar dari warisan balap Ferrari, yaitu Testarossa," ia menambahkan.
Ferrari 849 Testarossa dibekali mesin V8 twin-turbo tengah-belakang dan tiga motor listrik yang mampu menghasilkan total tenaga maksimum 1.050 hp, atau 50 hp lebih tinggi dari model yang digantikan.
Mesin V8 twin-turbo pada 849 Testarossa telah sepenuhnya direvisi sehingga mampu menghasilkan daya maksimum 830 hp, meningkat 50 hp dari sebelumnya.
Mesin tersebut dipadukan dengan sistem hibrida yang terdiri atas tiga motor listrik dengan total keluaran tenaga 220 hp.
Keluaran tenaga gabungan mesin V8 twin-turbo dan tiga motor listrik Ferrari 849 Testarossa yang mencapai 1.050 hp menurut perusahaan merupakan rekor tertinggi pada kendaraan produksi mereka.
Perusahaan menyampaikan bahwa Ferrari 849 Testarossa bisa melesat dari 0 ke 100 km per jam hanya dalam 2,3 detik.
Pada mode eDrive, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 25 kilometer hanya dengan tenaga listrik berkat baterai lithium-ion berkapasitas 7,45 kWh.
Ferrari juga memperkenalkan mesin turbo baru yang disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah mobil produksi Ferrari serta sistem penggerak empat roda sesuai permintaan dan pembagian torsi untuk memaksimalkan performa di berbagai kondisi.
Baca juga: Mobil listrik Ferrari Luce laris di China
Baca juga: Ferrari 849 Testarossa dilengkapi dengan tiga motor listrik
Ferrari menyebut 849 Testarossa sebagai model teratas dalam jajaran produknya karena menawarkan performa tinggi tapi tetap mengutamakan kenyamanan berkendara, kehalusan interior, serta desain futuristik yang berakar pada sejarah merek.
Mobil ini dibekali sistem pengereman elektronik generasi terbaru, ABS Evo Ferrari, serta sistem estimator FIVE yang diklaim menjadikan sistem kontrol elektroniknya sebagai yang paling canggih dalam jajaran kendaraan Ferrari.
Pengaturan pegas dan peredam pada kendaraan ini direvisi untuk meningkatkan pengalaman berkendara tanpa menambah bobot.
Ferrari 849 Testarossa dilengkapi dengan solusi aerodinamik yang diadaptasi dari dunia balap dan spoiler aktif baru yang menghasilkan gaya tekan hingga 415 kg pada kecepatan 250 km per jam, meningkat 25 kg dibandingkan SF90 Stradale, sekaligus meningkatkan pendinginan sistem penggerak dan rem sebesar 15 persen.
Baca juga: MG Motor Indonesia perkenalkan ZS Hybrid+
Baca juga: DFSK buka layanan pemesanan awal PHEV pertamanya
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026