Jakarta (ANTARA) - Volkswagen Group mengisyaratkan bahwa hingga 100.000 pekerjaan berpotensi terdampak seiring perusahaan mengalihkan fokus untuk menjaga kelangsungan bisnisnya di tengah penurunan penjualan dan meningkatnya persaingan dari China.

Laman Drive, Selasa waktu setempat melaporkan bahwa dalam memo internal, CEO Volkswagen Group, Oliver Blume, mengindikasikan tambahan 50.000 pekerjaan dapat dipangkas secara global, di luar 50.000 pekerjaan yang sebelumnya telah disepakati untuk dihapus.

"Kami saat ini sedang mengevaluasi di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah mengenai berapa banyak penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," tulis Blume dalam memo tersebut.

Baca juga: Grup VW berencana mengurangi separuh model mobilnya pada 2030

Pekan lalu, konglomerat otomotif internasional yang menaungi Volkswagen, Audi, Skoda, Porsche, dan Cupra juga mengindikasikan bahwa hingga setengah dari lini modelnya dapat dihentikan untuk menghemat biaya, selain rencana penutupan hingga empat pabrik di Jerman.

Media Jerman, Bild, melaporkan bahwa model-model yang berisiko dihentikan mencakup sedan Volkswagen Jetta dan SUV Volkswagen Taos, hatchback Skoda Fabia, versi Sportback bergaya "coupe" dari SUV Audi Q5 dan Audi Q6 e-tron, hingga Porsche Cayenne Coupe.

Bahkan mobil listrik pun tidak luput dari risiko tersebut, karena Cupra Raval yang sepenuhnya baru dan Porsche Taycan yang baru saja diperbarui kemungkinan tidak akan berlanjut setelah generasi saat ini.

Baca juga: Volkswagen Group akan pangkas anggaran 20 persen untuk semua merek

Terakhir, versi bermesin bensin yang sempat direncanakan untuk penerus mobil listrik 718 dikabarkan dibatalkan sebagai bagian dari upaya penghematan biaya.

Volkswagen Group merupakan produsen mobil terbesar di dunia pada 2019, dengan pengiriman sebanyak 10,97 juta kendaraan sepanjang tahun kalender tersebut, sedikit mengungguli Toyota Motor Corporation yang mencatatkan 10,74 juta kendaraan.

Namun, pada 2020, angka tersebut turun 15,2 persen menjadi 9,3 juta unit akibat gangguan yang dipicu oleh pandemi COVID-19, dan kembali menurun menjadi 8,3 juta unit pada 2022.

Baca juga: Volkswagen investasikan Rp3,3 T di China untuk kembangkan chip

Jumlah pengiriman kembali meningkat pada 2023 menjadi 9,3 juta unit, tetapi kembali menurun dalam beberapa tahun terakhir hingga mencapai 8,98 juta unit pada tahun lalu.

Pada kuartal pertama tahun ini, laba operasional dan tingkat pengembalian penjualan (return on sales) Volkswagen Group turun 14,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, total penjualan perusahaan (tidak termasuk perusahaan patungan di China) juga turun 6,9 persen.

Baca juga: Grup Volkswagen akan luncurkan 30 kendaraan pada 2024

Baca juga: Grup Volkswagen luncurkan 1 juta mobil listrik berbasis platform MEB

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026