Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif asal Inggirs, Jaguar Land Rover melakukan kampanye penarikan kendaraan (recall) terhadap 7.152 kendaraan produksi tahun 2024 hingga 2026 setelah ditemukan potensi cacat produksi yang dapat menyebabkan mesin mati mendadak saat mobil dikendarai.
Menurut laporan dari Drive, Senin (13/7) bahwa penarikan ini mencakup sejumlah model Land Rover dan Jaguar yang beredar di pasar otomotif Australia.
Informasi tersebut tercantum dalam pemberitahuan resmi penarikan kembali yang diajukan kepada Departemen Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Regional, Komunikasi, Olahraga, dan Seni Australia pada 2 Juli 2026.
Baca juga: Delapan perusahaan akan tarik 30 ribu kendaraan di Korea Selatan
Model yang terdampak meliputi Land Rover Defender, Discovery, Range Rover, Range Rover Sport, Range Rover Velar, serta Jaguar F-Pace yang diproduksi sepanjang 2024 hingga 2026.
Dalam dokumen recall dijelaskan, masalah berasal dari puli penegang sabuk penggerak tambahan bagian depan yang berpotensi mengalami putaran berlebih.
Kondisi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada sensor tekanan dan temperatur oli mesin.
Baca juga: Sejumlah pabrikan tarik 54 ribu kendaraan karena cacat suku cadang
Akibat kerusakan tersebut, kendaraan berisiko mengalami kebocoran oli yang kemudian dapat menyebabkan mesin mati secara tiba-tiba saat digunakan.
Jika kondisi itu terjadi ketika kendaraan melaju, pengemudi berpotensi kehilangan tenaga penggerak, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
“Hal ini dapat menyebabkan kebocoran oli dan mesin mati mendadak yang mengakibatkan hilangnya tenaga penggerak saat berkendara,” demikian bunyi pemberitahuan resmi penarikan tersebut.
Baca juga: 4 perusahaan ini harus tarik kendaraan karena masalah komponen
Otoritas Australia juga mengingatkan bahwa mesin yang mati secara tiba-tiba atau hilangnya tenaga penggerak ketika kendaraan sedang melaju dapat meningkatkan risiko cedera serius hingga kematian, baik bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya.
Sebagai langkah penanganan, Jaguar Land Rover Australia menyatakan akan menghubungi seluruh pemilik kendaraan yang terdampak melalui surat resmi.
Pemilik diminta segera membuat janji dengan dealer resmi terdekat untuk melakukan pemeriksaan sekaligus perbaikan kendaraan tanpa dipungut biaya.
Baca juga: Enam pabrikan "recall" 29.000 kendaraan karena suku cadang rusak
Perusahaan juga telah menyediakan daftar nomor identifikasi kendaraan (Vehicle Identification Number/VIN) yang terdampak agar konsumen dapat memverifikasi apakah kendaraannya termasuk dalam program recall tersebut.
Kasus ini kembali menunjukkan pentingnya program penarikan kembali dalam industri otomotif sebagai bagian dari upaya produsen menjaga keselamatan konsumen.
Melalui proses recall, produsen dapat memperbaiki komponen yang berpotensi menimbulkan gangguan sebelum menyebabkan insiden yang lebih serius di jalan raya.
Baca juga: Jaguar Land Rover tarik 44.000 mobil karena emisi
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026