Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif asal Korea Selatan, Kia bakal menyuntik mati model sedan flagship mereka yakni K9 pada akhir 2026 mendatang, akibat perubahan arah industri otomotif global yang semakin berfokus pada kendaraan listrik dan model dengan volume penjualan lebih tinggi.
CarsCoops melaporkan pada Rabu (8/7) waktu setempat, unit terakhir Kia K9 diperkirakan keluar dari jalur produksi pada penghujung tahun ini.
Penghentian produksi dilakukan setelah model tersebut mengalami penurunan permintaan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dinilai tidak lagi layak untuk diteruskan ke generasi berikutnya.
Kia K9, pertama kali diperkenalkan pada 2012 sebagai penerus Opirus. Saat itu, sedan mewah berpenggerak roda belakang tersebut dikembangkan untuk bersaing dengan merek premium Eropa, sekaligus menjadi representasi kemampuan teknologi dan rekayasa Kia di segmen kendaraan eksekutif.
Model generasi kedua meluncur pada 2018, dengan menggunakan platform yang sama dengan Genesis G80.
Baca juga: Kia luncurkan EV5 Storm Edition, simak spesifikasinya
Kia kemudian memberikan sejumlah penyegaran pada 2021 dan 2024 untuk mempertahankan daya saingnya. Namun, berbagai pembaruan tersebut belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.
Di pasar domestik Korea Selatan, K9 sempat mencatat penjualan tertinggi sebanyak 13.931 unit pada tahun debutnya.
Angka tersebut, kembali meningkat menjadi 11.843 unit saat generasi kedua diperkenalkan pada 2018.
Setelah itu, tren penjualan terus menurun hingga hanya mencapai 1.581 unit sepanjang 2025 dan 734 unit pada semester pertama 2026.
Sebagai pembanding, Genesis G80 yang berbagi banyak komponen dengan K9 justru membukukan penjualan lebih dari 41 ribu unit pada 2025.
Sementara Hyundai Grandeur, sedan berpenggerak roda depan di segmen yang lebih luas, mencatat penjualan lebih dari 71 ribu unit pada periode yang sama.
Rendahnya permintaan membuat Kia memutuskan untuk tidak mengembangkan penerus K9. Langkah tersebut juga membuka ruang, bagi perusahaan untuk mengalihkan sumber daya riset dan pengembangan ke proyek yang dinilai lebih prospektif, terutama kendaraan listrik (EV) dan Purpose Built Vehicle (PBV) yang kini menjadi fokus utama strategi bisnis perusahaan.
Baca juga: Kia pastikan kehadiran PV5 tidak gantikan Carnival di Australia
Selain anggaran penelitian, fasilitas produksi yang selama ini digunakan untuk merakit K9 juga akan disiapkan untuk memproduksi model-model baru berbasis elektrifikasi.
Dari sisi teknologi, K9 tidak pernah mengikuti tren elektrifikasi yang berkembang di pasar global.
Setelah mesin V8 dihentikan pada 2021, sedan ini hanya tersedia dengan pilihan mesin V6 dan tidak pernah memperoleh varian hybrid maupun plug-in hybrid.
Berakhirnya produksi K9 sekaligus menutup babak penting dalam sejarah Kia di segmen sedan premium.
Ke depan, posisi sedan terbesar dalam jajaran produk Kia akan diisi oleh K8, sementara persaingan di kelas sedan mewah akan sepenuhnya diserahkan kepada merek premium Genesis.
Keputusan tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan preferensi konsumen dan percepatan elektrifikasi, turut menentukan arah pengembangan produk di industri otomotif global.
Baca juga: Kia mulai batasi pesanan van listrik PV5 karena keterbatasan produksi
Baca juga: Kia dan GWM dapat nilai jeblok dalam uji tabrak NCAP
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026