Wellington (ANTARA) - Selandia Baru telah mengaktifkan cadangan solar strategis baru di fasilitas Marsden Point di wilayah Northland, demikian disampaikan pemerintah pada Selasa (7/7), dalam upaya memperkuat keamanan pasokan bahan bakar di tengah risiko pasokan global saat ini.
Dua tangki penyimpanan yang sudah direnovasi kini telah beroperasi, menyediakan kapasitas sekitar 93 juta liter solar. Proyek ini selesai hanya dalam waktu tiga bulan setelah disetujuinya dana sebesar 21,6 juta dolar Selandia Baru (1 dolar Selandia Baru = Rp10.240) dari Dana Infrastruktur Regional, menurut pernyataan pemerintah.
"Meskipun ketegangan di Timur Tengah telah sedikit mereda, rantai pasokan global tetap rentan dan penting bagi Selandia Baru untuk lebih siap menghadapi gangguan di masa depan," kata Menteri Keuangan Nicola Willis dalam acara yang diselenggarakan untuk secara resmi menandai penyelesaian dan pengoperasian kembali tangki-tangki tersebut.
"Solar sangat penting untuk menjaga Selandia Baru tetap bergerak," kata Willis, sambil menyoroti perannya di bidang angkutan barang, pertanian, dan konstruksi.
Peritel bahan bakar Z Energy terpilih melalui proses pengadaan kompetitif untuk memasok dan mengelola cadangan sekitar 90 juta liter tersebut, menurut pernyataan itu, yang juga menyebutkan bahwa meskipun perusahaan itu memiliki dan mengelola stok tersebut, pemerintah tetap memegang kewenangan untuk melepaskannya jika terjadi gangguan pasokan.
Pengiriman solar pertama telah tiba di fasilitas tersebut, dengan pengiriman kedua dijadwalkan tiba akhir bulan ini, menurut pernyataan tersebut.
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026