Jakarta (ANTARA) - Industri otomotif di Eropa, tengah menggelontorkan perhatiannya ke kendaraan SUV dan sedikit yang memperhatikan model station wagon, Opel justru mengambil langkah berbeda.

CarsCoops pada Jumat (3/7) waktu setempat, melaporkan bahwa pabrikan asal Jerman itu memastikan generasi terbaru Astra tetap akan hadir dalam versi wagon, meski kemungkinan besar meninggalkan format hatchback yang telah menjadi identitas model tersebut selama puluhan tahun.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh CEO Opel, Florian Huettl. Ia mengungkapkan bahwa generasi terbaru Astra tidak harus mempertahankan bentuk hatchback tradisional, namun versi station wagon akan tetap dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik di Jerman.

“Yang bisa saya katakan adalah akan ada station wagon, karena itulah yang dibutuhkan pasar kami di Jerman dan itulah yang akan kami hadirkan,” ujar Huettl.

Baca juga: Opel siapkan empat model terbaru untuk mobilitas masa depan

Langkah ini cukup mengejutkan, mengingat banyak produsen otomotif mulai meninggalkan segmen wagon demi fokus pada SUV yang menawarkan margin keuntungan lebih besar.

Bahkan, Hyundai Motor Company baru-baru ini mengindikasikan akan menghentikan model i30 Wagon demi mengalokasikan investasi ke pengembangan SUV.

Astra sendiri, sebenarnya telah hadir dalam bentuk hatchback dan wagon sejak pertama kali diperkenalkan 35 tahun lalu.

Generasi terbaru yang meluncur pada 2021, merupakan saudara dekat dari Peugeot 308 dan mendapat penyegaran pada akhir 2025, untuk tetap kompetitif menghadapi rival seperti Volkswagen Golf dan Toyota Corolla.

Generasi penerus dari Astra, dipastikan meluncur sebelum akhir dekade ini dan akan dibangun menggunakan platform baru STLA One milik grup Stellantis.

Platform tersebut mendukung berbagai jenis penggerak, termasuk mesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik murni.

Baca juga: Opel Grandland tawarkan mobil keluarga dengan efisiensi terbaik

Huettl menegaskan bahwa Astra generasi baru “pasti akan menjadi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV)”, meskipun Opel masih mengkaji komposisi sistem penggerak yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, Opel juga menilai teknologi range extender menjadi solusi menarik untuk transisi menuju elektrifikasi, meski teknologi tersebut masih menghadapi tantangan ketika digunakan dalam kecepatan tinggi di jalan raya Jerman.

Di sisi produksi, Opel memastikan Astra generasi baru tetap akan dirakit di pabriknya di Rüsselsheim, Jerman, yang akan mendapatkan investasi baru.

Keputusan mempertahankan Astra Wagon menunjukkan bahwa di tengah dominasi SUV, Opel masih melihat peluang besar bagi kendaraan keluarga yang mengutamakan ruang kabin dan kepraktisan.

Baca juga: Opel Corsa Moon II jadi mobil wisata di Bulan

Baca juga: Stellantis klaim SUV Opel Crossland sukses, terjual 500.000 unit

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026