Jakarta (ANTARA News) - The All New Fortuner yang diproduksi Januari 2016 di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang I, memberikan kontribusi positif pada kinerja ekspor Toyota Indonesia.

Pada April 2016, TMMIN mengekspor sebanyak 6.000 unit Fortuner ke sejumlah negara, yang sekaligus menjadikannya sebagai model kendaraan yang paling banyak diekspor TMMIN dalam bulan itu.

"Respons konsumen mancanegara maupun dalam negeri sangat positif terhadap Fortuner generasi baru ini," kata Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN melalui siaran pers di Jakarta, Kamis.

Filipina menjadi negara importir Fortuner terbesar di tahun 2016 ini, di mana 74 persen volume ekspor Fortuner ditujukan untuk konsumen di negara tersebut.

Selebihnya, dikirimkan ke negara-negara di kawasan Timur Tengah, Amerika Latin dan Karibia.

Secara keseluruhan, volume ekspor kendaraan bermerek Toyota pada April 2016 adalah sebanyak 16.900 unit, naik dibanding bulan yang sama tahun lalu yang angkanya 15.900 unit.

Sementara itu, Kijang Innova dan Vios memberikankontribusi pada kinerja ekspor masing-masing sebesar 2.000 dan 3.000 unit.

Model lain yang diekspor seperti Yaris, Avanza, Agya, Rush dan Lite Ace/Town Lite menyumbangkan volume sebesar 5.900 unit. “Semoga upaya kami yang dibarengi dengan membangun kerja sama yang baik dengan industri otomotif hilir hingga hulu dapat mendukung posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor di Asia-Pasifik,” ujar Warih.

TMMIN kembali memulai ekspor kendaraan Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV) Kijang Innova dan Fortuner pada Maret 2016, setelah sebelumnya sempat dihentikan sementara karena alasan persiapan produksi perubahan total kedua model tersebut.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016