Jakarta (ANTARA) - Xpeng Indonesia mengandalkan pendekatan berbasis gaya hidup (lifestyle) sebagai strategi untuk membangun citra merek sekaligus menjangkau konsumen kendaraan listrik premium di Tanah Air.
Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto mengatakan strategi tersebut dipilih karena kendaraan premium dinilai lebih sesuai dipasarkan melalui pengalaman dan gaya hidup konsumen dibandingkan hanya mengedepankan spesifikasi teknis maupun persaingan harga.
"Produk premium lebih cocok disandingkan dengan lifestyle. Yang paling penting adalah menemukan produk yang sesuai dengan gaya hidup konsumennya," kata Hari di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: Xpeng sedang dalam pembicaraan untuk beli pabrik Volkswagen di Eropa
Baca juga: 5 produsen mobil China diprediksi raih pendapatan hingga kuadriliunan
Hari menjelaskan, pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelanggan, komunitas, hingga media dalam satu ekosistem.
Xpeng juga memanfaatkan sinergi dengan Erajaya Active Lifestyle untuk menghadirkan aktivitas yang dekat dengan minat konsumen, seperti ajang lari, teknologi, hingga gaya hidup digital.
Hari mengatakan perusahaan sengaja mengemas berbagai kegiatan sebagai bentuk perayaan bersama pelanggan, bukan sekadar peluncuran produk atau pameran otomotif konvensional.
"Ini bukan hanya menunjukkan produk baru, tetapi sebuah perayaan yang melibatkan pelanggan, calon pelanggan, dan media," ujarnya.
Selain membangun pengalaman merek, Xpeng juga memperkuat kehadiran melalui perluasan jaringan diler yang dilengkapi layanan penjualan, servis, dan suku cadang (3S).
Menurut Hari, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek yang masih tergolong baru di Indonesia.
Ia mengatakan setiap pembukaan jaringan baru akan diikuti dengan kesiapan layanan purnajual, termasuk bengkel resmi dan dukungan call center untuk kondisi darurat.
"Kami tidak boleh hanya menambah jaringan penjualan, tetapi juga harus memastikan layanan purnajual ikut berkembang karena itu yang menjamin kenyamanan pelanggan," katanya.
Hari menambahkan karakter kendaraan listrik yang memiliki interval perawatan lebih panjang dibandingkan mobil bermesin konvensional juga mendorong perusahaan menciptakan berbagai program engagement agar hubungan dengan pelanggan tetap terjaga.
Di sisi produk, Xpeng juga mengandalkan keunggulan teknologi sebagai nilai pembeda, mulai dari pengembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, mobil terbang, hingga kemampuan mengembangkan teknologi chip secara mandiri.
"Pendekatan yang menggabungkan teknologi dan gaya hidup diharapkan dapat memperkuat posisi Xpeng di segmen kendaraan listrik premium yang persaingannya semakin ketat di Indonesia," ujar Hari.
Baca juga: Xpeng perkenalkan Mona L03 sebelum debut resmi pada Juli
Baca juga: Xpeng punya ambisi besar di industri teknologi otonom
Baca juga: Xpeng luncurkan SUV GX dengan harga mulai Rp727 juta
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026