Jakarta (ANTARA) - Perkembangan industri otomotif di segmen pikap monokok, membuat Toyota kepincut untuk mengikuti jejak tersebut melalui basis SUV RAV4 yang diklaim memiliki daya tarik besar, meski hingga kini belum ada keputusan resmi terkait pengembangannya.

CarsCoops pada Selasa (23/6) waktu setempat melaporkan bahwa pernyataan tersebut disampaikan Kepala Insinyur Toyota RAV4, Yoshinori Futonagane, menyusul peluncuran generasi terbaru SUV tersebut di Australia.

Menurutnya, segmen pikap monokok seperti Ford Maverick dan Hyundai Santa Cruz menawarkan peluang yang menarik bagi industri otomotif.

Baca juga: Toyota RAV4 di Jepang miliki fitur suplai listrik rumah selama 7 hari

“Saya akui, pasar untuk truk pikap monokok cukup menarik. Belum ada rencana resmi terkait pengembangan model tersebut, tetapi jauh di lubuk hati kami, gagasan itu terdengar menyenangkan,” ujar Futonagane.

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal yang sebelumnya disampaikan Presiden dan CEO Toyota Amerika Utara, Tetsuo Ogawa.

Ia mengungkapkan bahwa permintaan terhadap pikap kompak cukup tinggi dan para dealer Toyota di Amerika Serikat telah menantikan kehadiran model tersebut.

Baca juga: Toyota masih tetap mempertahankan RAV4 mesin konvensional

“Truk pikap berbasis RAV4 merupakan peluang bagi kami dan para dealer menantikannya. Namun, pengembangannya membutuhkan waktu,” kata Ogawa.

Jika terealisasi, model tersebut akan menjadi pesaing langsung Ford Maverick yang saat ini mendominasi segmen pikap monokok di Amerika Serikat.

Toyota juga tengah menyiapkan pikap berukuran lebih kecil berbasis Corolla Cross untuk pasar Amerika Selatan.

Baca juga: Toyota "recall" 1,85 juta unit RAV4 karena risiko kebakaran

Meski demikian, peluang sukses kendaraan tersebut belum sepenuhnya terjamin. Hyundai Santa Cruz yang menggunakan basis Hyundai Tucson belum mampu mencatatkan penjualan besar di Amerika Serikat, bahkan sejumlah laporan menyebut model tersebut berpotensi dihentikan lebih cepat dari rencana awal.

Namun, Toyota dinilai memiliki modal kuat untuk bersaing. Reputasi merek yang dikenal dengan keandalan produk, ditambah keberhasilan model pikap Tacoma dan Tundra di pasar Amerika Utara, dapat menjadi faktor pendukung apabila Toyota benar-benar memutuskan masuk ke segmen pikap monokok kompak.

Namun begitu, hingga saat ini Toyota belum memberikan kepastian kapan proyek tersebut akan diwujudkan.

Baca juga: Toyota RAV4 Hybrid hadir dengan "Black Edition" untuk pasar Eropa

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026