Jakarta (ANTARA) - Xiaomi dikabarkan akan memperluas bisnis otomotifnya dengan merambah segmen kendaraan listrik jarak jauh atau extended-range electric vehicle (EREV), setelah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

Dilansir dari siaran Arena EV Jumat (12/6) waktu setempat, langkah tersebut menjadi perubahan besar bagi perusahaan teknologi asal China itu yang sebelumnya lebih fokus pada kendaraan listrik murni.

Meski menggunakan motor listrik dan baterai sebagai penggerak utama, mobil EREV dilengkapi mesin pembakaran internal berukuran kecil yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai saat daya menipis.

Baca juga: Hyundai Ioniq V masuk regulasi dengan opsi BEV dan EREV

Teknologi ini disebut mampu mengurangi kekhawatiran pengguna terkait jarak tempuh kendaraan listrik, terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan jauh atau tinggal di daerah dengan infrastruktur pengisian daya yang terbatas.

Untuk membedakan produk baru tersebut dari lini kendaraan listrik murninya, Xiaomi akan membentuk merek baru bernama Skynomad. Melalui Skynomad, Xiaomi berupaya menjangkau konsumen keluarga yang membutuhkan kendaraan berukuran besar tanpa mengubah citra merek otomotif utamanya.

Xiaomi saat ini tengah mengembangkan SUV besar dengan nama kode Kunlun N3 sebagai model pertama di bawah merek Skynomad.

Baca juga: Leapmotor D19 diluncurkan dengan baterai EREV berkapasitas terbesar

Berdasarkan foto uji jalan yang beredar di China, kendaraan tersebut memiliki dimensi besar dengan kap mesin tinggi, lampu depan berbentuk kotak, serta sensor LiDAR di bagian atap untuk mendukung fitur bantuan pengemudi. SUV tersebut juga dilengkapi gagang pintu semi-tersembunyi, pelek berukuran besar, dan pijakan samping elektrik.

Kunlun N3 dikabarkan memiliki panjang lebih dari 5,3 meter dan mampu menampung hingga tujuh penumpang dalam konfigurasi tiga baris kursi.

Xiaomi juga disebut sedang menyiapkan platform baru yang nantinya akan digunakan untuk beberapa model lain, termasuk varian lima penumpang yang lebih kecil.

Baca juga: KIA segera hadirkan pikap berteknologi EREV

Dari sisi spesifikasi, SUV ini diperkirakan menggunakan baterai berkapasitas lebih dari 70 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh antara 400 hingga 500 kilometer berdasarkan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).

Produksi baterainya akan ditangani dua perusahaan China, yakni Sunwoda yang memasok sekitar 60 persen kebutuhan baterai dan CALB sebesar 40 persen.

Model tersebut diposisikan untuk bersaing langsung dengan Li Auto L9, salah satu SUV EREV premium terlaris di China. Selain itu, Xiaomi juga akan menghadapi persaingan dari Aito M9 yang didukung Huawei di segmen kendaraan premium.

Baca juga: Xpeng G6 EREV resmi diluncurkan dengan harga Rp458 juta

Baca juga: Volkswagen perkenalkan interior ID. Era 9X EREV SUV jelang peluncuran

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026