Jakarta (ANTARA) - Chery Sales Indonesia mengklaim solusi mobilitas yang dihadirkan pada mobil listrik Chery Q, Chery J6T, dan Chery E5 memungkinkan pengguna mengeluarkan biaya energi sekitar Rp7.240 sampai Rp17.040 per hari.

"Chery menghadirkan solusi mobilitas zero fuel melalui lini kendaraan listrik yang hemat, biaya operasionalnya terjangkau, serta nilai terbaik di kelasnya yang menjawab kebutuhan masyarakat saat ini," kata Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia Budi Darmawan Jantania dalam siaran pers perusahaan pada Jumat.

"Kami meyakini bahwa EV akan terus bertransformasi menjadi opsi rasional guna menunjang mobilitas di masa depan," katanya.

Perusahaan menyatakan bahwa efisiensi biaya energi kendaraan listrik diperlukan oleh pekerja yang setiap hari melakukan perjalanan dari kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, atau Bogor menuju ke pusat kota Jakarta, yang jaraknya sekitar 40 km sampai 60 km pulang-pergi per hari.

Baca juga: Chery bukukan penjualan 247 ribu kendaraan pada Mei 2026

Menurut perusahaan, estimasi biaya energi dalam pemakaian Chery Q sekitar Rp181 per km berdasarkan simulasi menggunakan tarif pengisian daya rumah tangga.

Biaya energi dalam penggunaan Chery Q untuk perjalanan pulang-pergi sejauh 40 km per hari diklaim Rp7.240, sedangkan untuk perjalanan sejauh 60 km per hari sekitar Rp10.860.

Biaya energi dalam penggunaan Chery E5 diestimasi sekitar Rp205 per km. Jadi, pengguna mobil ini memerlukan biaya energi Rp8.200 sampai Rp12.300 untuk menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 40 km sampai 60 km dalam sehari

Sedangkan biaya energi dalam penggunaan Chery J6T, menurut perusahaan berkisar Rp11.360 sampai Rp17.040 untuk menempuh perjalanan sejauh 40 km sampai 60 km per hari.

Dalam simulasi penggunaan kendaraan sejauh 1.200 km per bulan, Chery Q diestimasi memerlukan biaya energi Rp217.200, Chery E5 membutuhkan biaya energi Rp246.000, dan Chery J6T memerlukan biaya energi Rp340.800.

"Bagi Chery, kendaraan listrik harus memberikan nilai yang nyata bagi konsumen. Efisiensi harus dapat dihitung, kenyamanan harus dapat dirasakan, dan teknologi harus dapat digunakan secara relevan dalam kehidupan sehari-hari," kata Budi.

Baca juga: VinFast tawarkan skema sewa EV mulai Rp300 ribuan per hari

Baca juga: Produsen mobil China jajaki skema leasing lintas negara

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026