Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif asal China, Xpeng kembali menunjukkan ambisinya untuk menjadi perusahaan kecerdasan buatan (AI) dengan menggelontorkan dana besar guna keperluan pengembangan teknologi mengemudi otonom.
ArenaEV pada Minggu (7/6) waktu setempat, melaporkan pada ajang CVPR 2026 di Denver, Amerika Serikat, Kepala Pusat Kecerdasan Umum XPeng, Dr. Xianming Liu, mengungkapkan bahwa perusahaan menghabiskan sekitar 300 juta yuan setiap bulan untuk melatih model AI.
Jika dihitung secara tahunan, nilai investasi tersebut mencapai sekitar 427 juta euro. Angka itu terbilang besar mengingat XPeng pada tahun lalu mencatat pengiriman sekitar 200.000 kendaraan listrik.
Menurut dia, dana tersebut digunakan untuk keperluan pengembangan perangkat lunak mengemudi otonom generasi terbaru bernama VLA 2.0. Teknologi ini menjadi bagian dari strategi XPeng untuk mempercepat penerapan sistem kendaraan berbasis AI dalam produksi massal.
Baca juga: Xpeng luncurkan SUV GX dengan harga mulai Rp727 juta
Liu juga menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan XPeng berbeda dengan sebagian besar sistem otonom sebelumnya. Pada generasi terdahulu, data visual yang ditangkap kamera kendaraan terlebih dahulu diterjemahkan menjadi token bahasa sebelum sistem menentukan respons mengemudi.
Namun pada VLA 2.0, tahapan tersebut dihilangkan. XPeng menilai penggunaan bahasa sebagai perantara justru menambah beban komputasi dan berpotensi menciptakan jeda waktu yang tidak diperlukan.
Tim insinyur perusahaan menemukan bahwa kendaraan listrik dapat menghasilkan sekitar dua miliar token visual setiap detik dari sistem kameranya. Sementara untuk mengendalikan kemudi, akselerasi, dan pengereman, sistem hanya memerlukan sekitar 10 hingga 20 token perintah.
Karena itu, VLA 2.0 dirancang untuk memproses data visual secara langsung tanpa harus mengubahnya menjadi deskripsi bahasa terlebih dahulu. Pendekatan ini diyakini dapat mempercepat pengambilan keputusan kendaraan di jalan.
Langkah XPeng ini mencerminkan tren baru di industri otomotif global, di mana pengembangan perangkat lunak dan kecerdasan buatan semakin menjadi faktor utama dalam persaingan, tidak lagi hanya mengandalkan inovasi pada perangkat keras kendaraan.
Baca juga: Xpeng sedang dalam pembicaraan untuk beli pabrik Volkswagen di Eropa
Baca juga: Xpeng ungkap interior SUV GX jelang peluncuran
Baca juga: Volkswagen luncurkan ID. Unyx 08 hasil kolaborasi dengan Xpeng
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026