China (ANTARA) - Chery Group membantah rumor yang beredar di internet yang mengklaim bahwa para eksekutif perusahaan terlibat dalam perselisihan dan perkelahian fisik dengan seorang diler.
Perusahaan menyatakan bahwa tuduhan tersebut dibuat-buat dan telah melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, sebagaimana dilaporkan laman Carnewschina, Kamis (4/6) waktu setempat.
Pada 3 Juni, departemen hukum Chery mengeluarkan pernyataan resmi yang menanggapi konten yang telah beredar di berbagai platform media sosial China, forum diskusi otomotif, dan kanal video pendek.
Perusahaan mengatakan bahwa laporan yang menuduh para eksekutif Chery berdebat atau berkelahi secara fisik dengan diler adalah “sepenuhnya dibuat-buat” dan merupakan tindakan penyebaran rumor yang bersifat jahat.
Baca juga: Chery akan produksi kendaraan di pabrik Nissan di Inggris mulai 2027
Chery memulai langkah hukum
Produsen mobil tersebut mengatakan bahwa tim hukumnya telah mulai melacak sumber rumor dan mengumpulkan bukti terkait penyebaran klaim tersebut.
Chery mengonfirmasi bahwa mereka telah melaporkan masalah ini kepada otoritas keamanan publik dan menyatakan bahwa mereka akan menuntut pertanggungjawaban hukum terhadap individu atau akun yang bertanggung jawab membuat dan menyebarkan konten tersebut.
Perusahaan juga mengimbau pengguna internet untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Tuduhan yang beredar secara online menyebutkan bahwa seorang eksekutif senior dari salah satu produsen mobil besar China terlibat dalam konfrontasi dengan seorang diler terkait masalah persediaan kendaraan (inventory).
Meskipun versi awal rumor tersebut tidak secara eksplisit menyebut nama produsen mobil tertentu, diskusi di media sosial kemudian mengaitkan cerita tersebut dengan Chery.
Laporan industri menunjukkan bahwa beberapa diskusi online menyebut grup diler Hengxin Auto. Namun, dalam pernyataan resminya, Chery tidak menyebut nama diler, eksekutif, maupun insiden tertentu.
Baca juga: Chery luncurkan Tiggo 8 Champion dengan harga mulai Rp283 juta
Hingga saat ini, tidak ada bukti yang muncul mengonfirmasi bahwa konfrontasi fisik benar-benar terjadi. Per 4 Juni, belum ada temuan kepolisian maupun pemberitahuan resmi lanjutan yang dirilis.
Tanggapan Chery mengikuti tren yang lebih luas di kalangan produsen mobil China, yang semakin sering mengandalkan departemen hukum mereka untuk menghadapi misinformasi yang beredar di internet.
Bulan lalu, BYD mengungkapkan bahwa mereka telah menjadi salah satu produsen mobil paling aktif di China dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan pencemaran nama baik yang melibatkan blogger dan influencer online.
CarNewsChina sebelumnya melaporkan bahwa BYD sedang menuntut lebih dari 7,3 juta yuan (sekitar 1,02 juta dolar AS) melalui beberapa gugatan hukum terhadap para pembuat konten.
Kasus terbaru yang melibatkan Chery ini menambah daftar tindakan hukum terbuka yang dilakukan perusahaan otomotif China untuk memerangi rumor dan melindungi reputasi perusahaan.
Baca juga: Chery Q tawarkan berbagai fitur keselamatan
Baca juga: Chery akan meluncurkan kei car Emta sebagai rival BYD Racco di Jepang
Baca juga: Chery Omoda C9 terbaru mencakup varian bermesin bensin dan PHEV
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026