Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD secara resmi mengonfirmasi tengah mengembangkan robot humanoid.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Li Ke sebagaimana dikutip Carnewschina pada Kamis waktu setempat mengatakan bahwa faktor utama yang akan menentukan daya saing di sektor robot humanoid adalah kemampuan manufaktur, perangkat lunak, dan perangkat keras.

Ia menambahkan bahwa kecerdasan buatan (AI) yang digunakan pada kendaraan dan teknologi robotika memiliki fondasi teknologi yang sama.

Jika robot humanoid pada akhirnya menjadi produk rumah tangga, BYD berpotensi memasarkan produk tersebut melalui jaringan diler yang telah dimilikinya saat ini.

Li Ke menjelaskan bahwa keahlian BYD dalam pengembangan AI otomotif dapat diterapkan pada robotika karena kedua industri sama-sama bergantung pada kemampuan persepsi, pengambilan keputusan, kontrol gerak, integrasi perangkat lunak, dan rekayasa perangkat keras.

Baca juga: BYD klaim rangka baru Yangwang U8L lulus uji angkat 12 ton

Robot humanoid juga menggabungkan banyak teknologi yang telah digunakan pada kendaraan pintar modern, termasuk sensor, aktuator listrik, baterai, platform komputasi, dan model AI.

Selain itu, produsen kendaraan memiliki pengalaman manufaktur skala besar, kemampuan mengelola rantai pasok, serta keahlian dalam pengembangan sistem yang berkaitan dengan keselamatan.

Kesamaan tersebut mendorong sejumlah produsen otomotif Tiongkok untuk menjajaki robotika sebagai perluasan dari teknologi yang telah mereka kembangkan di industri kendaraan.

Tidak hanya itu, Li Ke mengatakan BYD dapat mengadopsi pendekatan platform terbuka dan tidak membatasi diri hanya pada produk yang dikembangkan secara internal.

Melalui pendekatan tersebut, BYD dapat memproduksi robotnya sendiri sekaligus bekerja sama dengan perusahaan robotika lain.

Model bisnis ini disebut mirip dengan strategi BYD di sektor otomotif, di mana perusahaan mengembangkan teknologi inti secara mandiri namun tetap memanfaatkan jaringan pemasok dan mitra yang luas.

Meski demikian, BYD belum mengungkap jadwal komersialisasi, spesifikasi teknis, nilai investasi, maupun target produksi untuk robot humanoid tersebut.

Baca juga: Pemesanan BYD Atto 3 tembus 30 ribu unit dalam sepekan sejak meluncur

Sebagai informasi, BYD menjadi salah satu dari sejumlah produsen otomotif China yang mulai memasuki sektor robot humanoid.

Pada April lalu, Chery dilaporkan mulai menjual robot humanoid secara daring.

Robot tersebut dibekali baterai 0,7 kWh dan dipasarkan dengan harga 280.000 yuan (Rp741 juta).

Langkah ini menjadikan Chery salah satu produsen otomotif besar China pertama yang mengomersialkan produk robot humanoid.

Pelaku industri lainnya adalah XPeng yang semakin mengaitkan strategi pengembangan AI perusahaan dengan aplikasi robotika di masa depan.

Perusahaan tersebut memandang kecerdasan buatan, teknologi mengemudi otonom, dan embodied AI sebagai bidang teknologi yang saling berkaitan.

Sebelumnya, XPeng juga memperkenalkan teknologi berkendara tanpa navigasi berpresisi tinggi serta rencana layanan robotaxi Level 4, yang menunjukkan semakin eratnya hubungan antara pengembangan AI otomotif dan robotika.

Baca juga: BYD janjikan garansi penuh fungsi asisten mengemudi "God's Eye"

Baca juga: BYD luncurkan cip terbaru untuk mobil listrik swakemudi

Baca juga: BYD rilis Sealion 06 DM-i 2026 dengan jangkauan listrik 310 km

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026