Jakarta (ANTARA) - BYD telah secara resmi merilis model Sealion 06 DM-i tahun 2026 dengan jangkauan listrik murni hingga 310 km berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).
Menurut siaran CarNewsChina pada Selasa (26/5), BYD memperkenalkan Sealion 06 DM-i tahun 2026 dalam empat level trim dengan harga mulai dari 129.900 yuan (Rp340 jutaan) sampai 159.900 yuan (Rp420 jutaan) ke pasar.
Salah satu peningkatan utama untuk model mobil baru ini adalah integrasi teknologi DM generasi kelima BYD yang memampukan kendaraan mencapai jarak tempuh listrik murni sampai 310 km.
Sealion 06 DM-i 2026 masih menggunakan bahasa desain khas BYD, yang kini dilengkapi dengan warna eksterior baru Glazed Silver dan tema interior Twilight Blue.
Bagian dalam kendaraan ini dirancang untuk menghadirkan kenyamanan bagi pengguna, dengan penambahan fungsi memori dan pijat di kursi, sandaran kaki untuk penumpang di bagian depan, dan integrasi sistem pewangi cerdas.
Mobil model baru ini menawarkan opsi dukungan sistem bantuan mengemudi canggih God's Eye B.
Ketika diaktifkan, sistem ini menyediakan kemampuan seperti navigasi kota dengan autopilot, navigasi kecepatan tinggi dengan autopilot, pengenalan lampu lalu lintas disertai hitung mundur secara real-time, manuver lalu lintas adaptif, dan navigasi bundaran.
Sealion 06 DM-i tahun 2026 juga didukung sistem kokpit pintar DiLink 150 kelas atas dengan tampilan antarmuka pengguna yang didesain ulang dan kustomisasi AutoNavi Maps untuk menghadirkan pengalaman interaksi manusia-mesin.
Baca juga: BYD Sealion 05 DM-i tawarkan jangkauan listrik hingga 305 km
Baca juga: BYD Atto 3 generasi baru hadir dengan pengisian daya cepat
Menurut standar New European Driving Cycle (NEDC), Sealion 06 DM-i tahun 2026 tingkat konsumsi bahan bakarnya 3,3 liter per 100 km saat baterai lemah.
Kendaraan ini menawarkan jangkauan gabungan sampai 1.845 km dalam keadaan tangki bahan bakar dan daya penuh.
Sealion 06 DM-i 2026 dilengkapi dengan sistem kontrol peredaman bodi cerdas DiSus-C, yang kini memiliki fungsi pra-pemindaian permukaan jalan.
Sistem ini secara proaktif mengidentifikasi permukaan jalan yang tidak rata seperti penutup lubang got dan polisi tidur dan menyesuaikan koefisien peredaman suspensi secara real-time.
Selain itu, kendaraan ini memiliki "mode pencegahan mabuk perjalanan," yang mengoptimalkan sasis, pengaturan lingkungan, dan sistem penggerak untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Dukungan sistem keselamatannya meliputi sistem stabilisasi pecah ban pada kecepatan tinggi, yang mampu memberikan respons tingkat milidetik untuk mempertahankan kendali selama ban pecah pada kecepatan hingga 140 km per jam.
Baca juga: JAECOO sudah kirim 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia
Baca juga: Mobil listrik Honda Super-ONE sudah mulai dipasarkan di Jepang
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026