Jakarta (ANTARA) - Stellantis dan Jaguar Land Rover (JLR) mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki peluang kolaborasi pengembangan produk di Amerika Serikat.
Berdasarkan siaran resmi perusahaan pada Rabu waktu setempat, kerja sama tersebut bersifat non-binding, di mana Stellantis dan JLR akan mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama guna menciptakan sinergi dalam pengembangan produk dan teknologi.
Kedua perusahaan akan memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk menciptakan nilai bagi kedua organisasi.
Baca juga: Stellantis-Leapmotor perluas kolaborasi hingga produksi ke Madrid
CEO Stellantis, Antonio Filosa mengatakan kerja sama dengan mitra lain dapat menciptakan manfaat berarti bagi kedua belah pihak sambil tetap fokus menghadirkan produk dan pengalaman terbaik bagi pelanggan.
“Dengan bekerja sama dengan mitra untuk mengeksplorasi sinergi di area seperti pengembangan produk dan teknologi, kami dapat menciptakan manfaat berarti bagi kedua belah pihak sambil tetap fokus menghadirkan produk dan pengalaman yang disukai pelanggan,” kata Filosa.
Sementara itu, CEO Jaguar Land Rover, PB Balaji mengatakan kolaborasi akan memainkan peran penting dalam membuka peluang baru bagi JLR di masa depan.
Baca juga: Stellantis rekrut 2.000 insinyur untuk atasi masalah kualitas
“Saat kami terus mengembangkan JLR untuk masa depan, kolaborasi akan memainkan peran penting dalam membuka peluang baru. Bekerja sama dengan Stellantis memungkinkan kami mengeksplorasi kemampuan yang saling melengkapi dalam pengembangan produk dan teknologi untuk mendukung rencana pertumbuhan jangka panjang kami di pasar Amerika Serikat,” ujar Balaji.
Adapun implementasi transaksi potensial apa pun yang dihasilkan dari pembahasan MoU tersebut nantinya tetap bergantung pada berbagai persyaratan umum, termasuk penandatanganan perjanjian definitif yang mengikat.
Baca juga: Perubahan strategi mobil listrik, Stellantis rugi ratusan triliun
Baca juga: Stellantis hentikan produksi plug-in hybrid untuk pasar Amerika Utara
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026