Jakarta (ANTARA) - PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) bersama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia, menghadirkan program pelatihan strategis mengenai pemahaman global Free Trade Agreement (FTA) bagi para perusahaan mitra bisnis HMMI

Menurut HMMI, kegiatan ini merupakan langkah nyata komitmen perusahaan dalam menumbuhkan industri otomotif di Indonesia, yang harus sejalan dengan peningkatan literasi agar para mitra dapat meningkatkan daya saing serta memperluas peluang mereka di pasar global.

“Melalui program pelatihan Free Trade Agreement ini, kami berharap kegiatan ini tak hanya bermanfaat untuk penguatan rantai pasok bagi perusahaan, namun juga meningkatkan wawasan yang lebih luas dan pengetahuan praktis yang dapat membantu para mitra meningkatkan daya saing serta memperluas peluang mereka di pasar global,” kata President Director Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Hyunchul Bang melalui keterangan resminya, Jumat.

Baca juga: Hyundai umumkan empat pemenang trip Piala Dunia 2026 ke AS

“Lebih jauh lagi, kami ingin membangun ekosistem industri yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut HMMI, pelatihan ini dapat memberikan yang lebih mendalam mengenai regulasi perdagangan internasional, pemanfaatan Free Trade Agreement, prosedur ekspor-impor, serta peluang bagi industri Indonesia untuk memperluas partisipasi dalam rantai pasok global.

Dia juga menyatakan bahwa pemberdayaan mitra bisnis lokal perlu untuk memahami beragam hal yang nantinya bisa mereka aplikasikan di berbagai keperluan bisnis.

Baca juga: Kemnaker siapkan SDM terampil untuk sektor "green jobs" termasuk EV

Selain meningkatkan pemahaman operasional, program ini juga mendorong para pemasok untuk memaksimalkan peluang bisnis melalui kebijakan fasilitasi perdagangan yang dapat meningkatkan efisiensi dan akses pasar global.

“Dengan berkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, kami ingin menciptakan sinergi yang bermakna antara industri dan pemerintah dalam mengembangkan mitra bisnis lokal yang kapabel, adaptif, dan kompetitif secara global,” lanjut dia.

Sementara itu, Kepala Seksi Kerja sama Perdagangan Bebas III Dirjen Bea Cukai, Didik Hariyanto yang berperan menjadi pemberi materi menilai bahwa kegiatan ini merupakan sebuah komitmen nyata yang harus dipertahankan untuk menghadirkan daya saing global kepada mitra lokal.

Baca juga: Gugatan ICCU Hyundai-Kia disebut gagal selesaikan masalah

“Perusahaan ini secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan positif yang dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya, khususnya melalui upaya edukasi berkala kepada para mitra bisnis serta pelaksanaan proses verifikasi secara sampling dan rutin guna memastikan implementasi ketentuan berjalan dengan baik dan sesuai regulasi,” kata Didik Hariyanto.

Program pelatihan Kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan industri dalam mendukung daya saing manufaktur Indonesia.

Dengan menghadirkan para ahli dari pemerintah dan perwakilan manajemen perusahaan pemasok, program ini menjadi wadah yang bernilai untuk berdiskusi, belajar, dan memperkuat kolaborasi.

Baca juga: Perusahaan kemukakan beda Kia All New Carens dengan Hyundai Stargazer

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026