Pengujian memang dilakukan dalam skenario ekstrem demi melihat potensi efisiensi maksimalnya. Selama perjalanan, AC dimatikan, sistem infotainment tidak digunakan untuk memutar musik, dan hanya ada satu kali pengisian daya ponsel selama sekitar satu jam melalui port USB type C di dalam mobil. Gaya berkendara juga dijaga halus dengan kecepatan stabil sambil memanfaatkan fitur regenerative braking untuk mengembalikan energi ke baterai.
Namun menariknya, catatan efisiensi itu tidak hanya muncul dalam pengujian khusus. Rekan pengemudi lain yang menggunakan mobil ini secara normal untuk kebutuhan harian, lengkap dengan AC dan sistem hiburan kabin yang tetap aktif, juga mencatat konsumsi energi yang mengesankan. Dalam rute serupa, daya baterai masih tersisa di atas 20 persen, bahkan ada yang masih menyentuh 30 persen, sementara biaya bensin rata-rata tetap di bawah Rp5 ribu.
Di titik inilah teknologi Dual Mode milik BYD menunjukkan karakter utamanya. Sistem ini mengusung prinsip electric-first driving, berbeda dengan kebanyakan mobil hybrid konvensional yang masih menjadikan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama. Pada BYD M6 DM, motor listrik berperan sebagai penggerak utama roda, sementara mesin bensin bekerja pada titik paling efisien untuk membantu menghasilkan energi saat dibutuhkan.
Secara teknis, mobil ini dibekali mesin 1.500 cc dengan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm, yang dipadukan dengan motor Electric Hybrid System (EHS) 5.0 berputar hingga 15.000 rpm. Sistem DM 5.0 sendiri merupakan generasi terbaru teknologi hybrid BYD yang diperkenalkan secara global pada 2024.
BYD mengklaim konsumsi bahan bakar BYD M6 DM dapat mencapai 65 kilometer per liter dengan total jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer. Efisiensi termal mesinnya bahkan disebut menyentuh 46 persen, angka yang tergolong sangat tinggi di industri otomotif saat ini.
Teknologi tersebut bekerja melalui tiga mode utama.
Pertama, Pure EV Mode, yakni ketika roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik sementara mesin bensin mati total. Mode ini ideal digunakan di kawasan perkotaan karena menghadirkan pengalaman berkendara yang senyap tanpa konsumsi bensin sama sekali.
Kedua, HEV Series Mode, saat mesin bensin aktif hanya sebagai generator untuk mengisi daya baterai ketika kapasitasnya mulai menipis. Menariknya, dalam mode ini mesin tidak langsung menggerakkan roda.
Baca juga: BYD kenalkan M6 Cross dengan bekal teknologi DM di Indonesia
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026