Jakart (ANTARA) - Toyota-Astra Motor (TAM) menilai budaya otomotif atau car culture di Indonesia memiliki karakter yang kuat dan berkembang melalui komunitas serta kreativitas para pecinta mobil.
Direktur Pemasaran PT TAM Hiroyuki Oide di Jakarta, Sabtu, mengatakan hal tersebut terlihat dari antusiasme komunitas otomotif dalam memodifikasi dan merawat kendaraan, termasuk model-model lawas Toyota yang masih digunakan hingga kini.
"Saya benar-benar merasakan bahwa budaya otomotif Indonesia sangat kaya, berbeda, dan penuh dengan cerita,” kata Hiroyuki.
Baca juga: IMI sebut car meet Toyota bisa dorong UMKM otomotif
Menurut dia, budaya otomotif di Indonesia berkembang tidak hanya melalui mobil performa tinggi, tetap, juga kendaraan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Dia mencontohkan Toyota Starlet, yang dipasarkan pada 1970an hingga 1999, hingga kini masih banyak ditemukan di Indonesia dalam kondisi terawat dengan beragam modifikasi personal.
Gelaran untuk komunitas Toyota GR Car Meet 2026 di Jakarta menghadirkan lebih dari 400 mobil Toyota dari berbagai konsep modifikasi seperti balap, stance, off-road, campervan, hingga Japanese Domestic Market (JDM).
Hiroyuki menyebut kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan komunitas sekaligus memperkenalkan budaya otomotif yang inklusif kepada generasi muda.
Baca juga: Toyota perkenalkan SUV listrik tiga baris Lexus TZ
Baca juga: Suzuki bagikan tips cek mobil sebelum mudik, dari rem hingga aki
Baca juga: Sertifikasi TKDN jadi kunci sukses Isuzu peroleh kepercayaan konsumen
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026