Beijing (ANTARA) - China Automotive Technology and Research Center Co., Ltd. (CATARC) memulai pembangunan basis uji es-salju untuk kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) terhubung cerdas, yang terbesar dari jenisnya di dunia, di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara.

Fasilitas tersebut, yang dijadwalkan dibuka pada 2028, juga akan menjadi basis pertama di dunia yang mampu membuat salju di dalam ruangan untuk pengujian di bawah kondisi simulasi hujan salju, demikian menurut laporan Science and Technology Daily pada Minggu (10/5).

NEV terhubung cerdas merupakan kendaraan yang mengintegrasikan teknologi energi baru dengan konektivitas canggih, pengemudian otonomos, dan sistem pintar, yang mengubah mobil tradisional menjadi terminal cerdas bergerak.

Basis uji baru ini merupakan lompatan besar bagi kapabilitas China di bidang pengujian NEV dalam cuaca dingin.

Basis uji seluas sekitar 1.000 mu (sekitar 67 hektare) itu akan dilengkapi zona-zona fungsional inti, yang mencakup kalibrasi sistem tiga-listrik NEV, yakni baterai, motor, kontrol elektronik, dan sistem sasis, pengujian simulasi salju untuk kendaraan terhubung cerdas, serta evaluasi mobil terbang.

"Proyek ini secara langsung mengatasi hambatan industri dalam validasi cuaca dingin ekstrem," kata Li Wei, wakil presiden CATARC.

"Setelah rampung, fasilitas itu akan mendobrak batasan siklus pengujian, meningkatkan standar industri, mengatasi kendala teknologi inti suhu rendah, serta menciptakan platform validasi kelas dunia. Fasilitas ini akan meningkatkan kekuatan komprehensif dan posisi China di tingkat internasional dalam pengujian otomotif di lingkungan ekstrem."

Wen Jinlei, wakil wali kota Hulunbuir, kota yang menjadi lokasi basis uji tersebut, menyampaikan bahwa basis uji coba ini akan mendorong integrasi mendalam antara ekonomi es-salju regional dan inovasi teknologi otomotif, serta mempercepat eksplorasi model "es-salju + teknologi".

Pembangunan tersebut dilakukan seiring industri NEV China yang terus berkembang pesat. Menurut data resmi terbaru dari Asosiasi Manufaktur Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM), produksi dan penjualan NEV China pada 2025 masing-masing mencapai 16,626 juta unit dan 16,49 juta unit, naik 29 persen dan 28,2 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Namun, performa NEV di cuaca dingin masih menjadi salah satu tantangan krusial. Basis uji baru itu akan memungkinkan kontrol presisi terhadap volume hujan salju, koefisien gesekan es, dan faktor-faktor lingkungan lainnya, sehingga mengatasi keterbatasan yang selama ini disebabkan kondisi dunia nyata yang tidak terkendali serta menyediakan standar validasi kendaraan dan sistem data yang ilmiah dan stabil, papar laporan tersebut.


 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026