Dari sisi pengemudi, posisi berkendara sendiri terasa nyaman berkat pengaturan jok elektrik yang lengkap serta setir tilt dan telescopic. memudahkan pengemudi menemukan posisi duduk yang ideal.
Sementara itu, kapasitas bagasi MG S5 EV juga tergolong luas dan mampu menampung tiga koper ukuran kecil hingga sedang. Kompartemen pintu depan dan belakang pun cukup besar untuk menyimpan beberapa botol minum, menambah poin plus untuk kepraktisan mobil ini.
Penumpang belakang juga mendapat satu colokan USB Type-C sehingga tidak perlu menarik kabel dari depan hingga ke belakang, meski penggunaannya harus bergantian. Akan lebih apik bila MG menambahkan satu slot lagi untuk mengisi daya gawai penumpang baris kedua.
Ada satu hal yang mungkin membutuhkan penyesuaian bagi pengguna baru, yaitu layout tuas lampu dan wiper yang berbeda dari kebanyakan mobil di Indonesia.
Pada MG S5 EV, lampu utama hingga sein berada di sebelah kiri, sementara wiper di tuas kanan. Namun setelah beberapa waktu berkendara, adaptasinya terasa cukup cepat, bukan sebuah kekurangan.
Karakter dan impresi berkendara
Hal pertama yang paling terasa dari MG S5 EV adalah karakter suspensinya. Setup kaki-kakinya terasa rigid, namun dengan komposisi yang pas. Tidak terlalu keras hingga mengorbankan kenyamanan, tetapi juga tidak terlalu empuk yang berujung limbung. Karakter seperti ini justru membuat mobil terasa sangat nyaman dikendarai dalam berbagai situasi.
Saat diuji di Meikarta Speedway melalui simulasi akselerasi, zig zag, hingga melewati speed bump dalam kecepatan cukup tinggi, SUV listrik ini menunjukkan pengendalian yang sangat baik.
Respons setir terasa presisi dan mobil "menurut" terhadap arah kemudi. Body roll juga minim sehingga rasa percaya diri pengemudi tetap terjaga meski menikung dalam kecepatan tinggi.
Menariknya lagi, ketika mobil dipacu di tikungan lalu kembali berakselerasi untuk simulasi menyalip, momentum mobil tidak terasa hilang. Stabilitasnya tetap terjaga dan tidak muncul rasa takut kehilangan grip.
Karakter akselerasinya juga cukup unik dibanding banyak mobil listrik lain. Biasanya, mobil listrik identik dengan respons instan yang kadang terlalu agresif hingga membuat penumpang mudah merasa mabuk.
Namun MG memberikan sedikit delay ketika pedal gas pertama diinjak pada mode normal. Mobil ini juga telah dilengkapi fitur Motion Comfort System untuk membantu meminimalkan mabuk perjalanan.
Alih-alih terasa "lemot", delay kecil ini justru membuat mobil melaju lebih halus dan nyaman. Tidak ada sensasi “gujlak-gujluk” ketika mulai berakselerasi, porsinya terasa pas dan tetap responsif untuk kebutuhan harian.
Baca juga: MG 4X dengan baterai liquid-solid sudah masuk dealer di China
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026