Jakarta (ANTARA) - Ban mobil bukan sekadar komponen, melainkan penentu keamanan dan efisiensi karena menjadi bagian yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan sehingga kualitasnya sangat memengaruhi daya cengkram, kestabilan, hingga daya baterai pada mobil listrik (EV).

National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) Apriyanto Yuwono menjelaskan, pemilihan ban yang sesuai dengan karakteristik kendaraan listrik menjadi hal penting dalam perhitungan total cost of ownership (TCO).

Artinya, penghematan biaya pada kendaraan listrik tidak hanya dilihat dari biaya pengeluaran untuk pengisian baterai, tetapi juga dari biaya lain seperti perawatan dan penggantian komponen dalam jangka panjang, termasuk ban.

"Kami menghadirkan solusi yang tidak hanya mendukung performa, tetapi juga membantu pengguna mengelola biaya operasional secara lebih efisien dan menyeluruh, salah satunya melalui teknologi i-Extreme Lightness," kata Apriyanto Yuwono dalam keterangan tertulis, Rabu.

Baca juga: Alasan ban EV dan mobil konvensional didesain berbeda

Ia menjelaskan, i-Extreme Lightness pada ban EV adalah teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan, yang berdampak langsung pada perluasan jarak tempuh baterai.

"Teknologi ini membuat ban dan bobot kendaraan terasa lebih ringan serta menghasilkan hambatan gulir yang lebih rendah, sehingga baterai tidak cepat boros dan jarak tempuh kendaraan listrik dapat lebih maksimal,” kata Apriyanto Yuwono.

Teknologi ini diperlukan karena dibandingkan mobil konvensional, ban EV lebih cepat aus imbas bobot mobil yang lebih berat serta torsi instan yang lebih besar sehingga beban kerja pada ban juga menjadi lebih tinggi.

Apri menjelaskan, ban EV jenis iON terbukti dapat memperpanjang usia tapak ban hingga sekitar 15 persen jika dibandingkan dengan penggunaan ban konvensional.

Tidak hanya itu, ban iON juga dilengkapi berbagai teknologi yang mendukung performa kendaraan listrik secara menyeluruh, antara lain i-Sound Absorber yang menghadirkan pengalaman berkendara lebih senyap, i-Super Mileage untuk mengoptimalkan jarak tempuh serta i-Perfect Grip yang memberikan cengkeraman lebih baik dalam menghadapi karakteristik torsi instan pada EV.

Baca juga: Sailun Group bawa dua ban terbaru di GIICOMVEC 2026

Hankook iON hadir dalam beberapa lini produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya berkendara penggunanya. Untuk pengendara yang memiliki kendaraan listrik berperforma besar dan didukung tingkat mobilitas yang tinggi, ban iON evo AS dapat menjadi pilihan.

Untuk pengendara EV di daerah perkotaan dengan kondisi lalu lintas yang padat sehingga frekuensi akselerasi dan deselerasi (stop and go) tinggi, iON GT menawarkan daya cengkram yang optimal. Ada juga iON ST AS untuk SUV listrik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Selain pengembangan produk untuk mobil listrik, Hankook juga membuktikan eksistensinya di tingkat global melalui keterlibatan sebagai ban resmi ajang balap mobil Formula E lewat lini Hankook iON sejak tahun 2022.

"Teknologi yang dikembangkan di lintasan balap termasuk penggunaan material bio dan karet berkelanjutan serta ban yang dapat digunakan di berbagai kondisi cuaca, menjadi dasar dalam menghadirkan ban yang efisien, aman, dan relevan dengan kebutuhan transportasi masa depan,” tambah Apriyanto Yuwono.

Baca juga: Michelin merilis dua produk ban baru untuk kendaraan listrik

Baca juga: Pengguna EV diimbau pilih ban yang tepat untuk cegah "aquaplaning"

Baca juga: Hankook perkuat jaringan distributor, optimalkan peluang pasar 2026

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026