Jakarta (ANTARA) - Produsen baterai asal China, CATL mengumumkan integrasi teknologi supercharging Shenxing pada jaringan stasiun tukar baterainya, yang memungkinkan pengisian daya kendaraan listrik hingga penuh dalam waktu sekitar enam menit.
Dilaporkan Carnewschina pada Selasa waktu setempat, CATL memperkenalkan konsep stasiun terpadu “Supercharging & Swap” yang menggabungkan pengisian cepat dan penukaran baterai dalam satu fasilitas.
Dalam skema baru ini, seluruh stasiun tukar baterai Chocolate untuk mobil penumpang dan Qiji untuk kendaraan niaga akan dilengkapi pengisi daya Shenxing sebagai standar.
Baca juga: Toyota-CATL kerja sama pengembangan baterai mobil elektrifikasi di RI
CATL menyebut sistem terintegrasi ini memiliki efisiensi energi lebih tinggi dibanding solusi pengisian cepat berbasis penyimpanan energi.
Pada sistem tukar baterai, energi hanya mengalami satu kali konversi dari jaringan listrik ke baterai kendaraan, sehingga kehilangan daya lebih kecil.
Sebaliknya, sistem pengisian dengan baterai penyimpanan memerlukan dua tahap konversi, yang meningkatkan potensi kehilangan energi.
Baca juga: Pemasok baterai EV terbesar dunia CATL raup pendapatan Rp1 kuadriliun
CATL mengklaim solusi terbarunya dapat mengurangi kehilangan daya lebih dari 13 persen dibanding teknologi tersebut.
Perusahaan juga menyebut setiap 100 kWh energi dari jaringan listrik dapat menghasilkan tambahan sekitar 13 kWh energi yang benar-benar digunakan kendaraan, setara peningkatan jarak tempuh hingga 65 hingga 120 km tergantung efisiensi mobil.
Selain efisiensi, CATL memperkenalkan model bisnis baru bagi pengguna.
Baca juga: Changan dan CATL luncurkan EV baterai sodium-ion pertama di dunia
Mulai paruh kedua 2026, pemilik kendaraan dapat menukar baterai saat tarif listrik tinggi dan memperoleh kompensasi dari operator stasiun, dengan potensi pendapatan hingga 40 yuan (Rp100 ribu) per hari.
Dari sisi teknologi, sistem ini didukung baterai terbaru Chocolate 26# berbasis arsitektur 800 volt dengan kapasitas awal 75 kWh, yang akan diperluas untuk berbagai segmen kendaraan.
Konsep utama yang diusung adalah fleksibilitas penggunaan baterai, di mana pengguna dapat memilih kapasitas sesuai kebutuhan perjalanan, mulai dari penggunaan harian hingga jarak jauh, tanpa harus menanggung biaya baterai besar secara permanen.
Baca juga: CATL ungkap teknologi baterai terbarunya yang aman untuk fast charging
Untuk pengembangan jaringan, CATL menargetkan pembangunan 4.000 stasiun terintegrasi hingga akhir 2026 yang mencakup 190 kota serta jaringan jalan tol utama di China.
Sejumlah produsen otomotif seperti Changan, Chery, GAC Group, SAIC-GM-Wuling, dan BAIC Group telah menjadi mitra awal dalam pengembangan ekosistem ini.
Baca juga: CATL luncurkan baterai ion natrium produksi massal pertama di dunia
Baca juga: CATL konfirmasi penerapan baterai ion natrium skala besar tahun 2026
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026