Jakarta (ANTARA) - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan belum akan menaikkan harga jual kendaraan di tengah kenaikan sejumlah komponen biaya produksi, termasuk harga plastik dan pelemahan nilai tukar rupiah.
“Sejauh ini, walaupun di luar dari harga plastik kemudian exchange rate kita juga perhatikan di atas di Rp17.000,- ada beberapa faktor yang juga naik, tapi Hyundai bisa mempertahankan sampai dengan saat ini dan kita tidak ada niat untuk menaikkan harga,” kata Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta, Kamis.
Hyundai menyebut kenaikan biaya produksi tersebut diatasi melalui berbagai langkah efisiensi internal. Perbaikan dilakukan baik pada proses manufaktur maupun distribusi, sehingga dampaknya tidak perlu dibebankan kepada konsumen maupun jaringan diler.
Baca juga: Hyundai, Toyota, dan Honda pertahankan harga kendaraan di AS
Menurut Hyundai, strategi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga stabilitas pasar otomotif nasional. Dengan tidak menaikkan harga, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Itu mungkin bisa diserap dengan beberapa peningkatan yang dilakukan di dalam manufaktur proses dan juga di dalam distributor proses, dan tidak akan membebankan diler juga,” ujar Fransiscus.
Terkait sampai kapan kebijakan ini dipertahankan, Hyundai menegaskan akan terus mengupayakannya selama memungkinkan, dengan mempertimbangkan kepentingan konsumen dan kondisi industri secara keseluruhan.
Baca juga: Perang harga beri dampak negatif ke penjualan mobil bekas
Perusahaan juga berharap pasar otomotif nasional dapat kembali stabil di tengah berbagai tekanan ekonomi.
“Kita akan terus lakukan demi konsumen kami, jadi agar industri otomotif kita juga tetap stabil,” imbuhnya.
Sebelumnya, harga plastik di Indonesia dilaporkan melonjak drastis, naik sekitar 30-70 persen bahkan ada yang mencapai 100 persen pada April 2026, terutama didorong oleh gangguan pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Baca juga: Toyota beri sinyal kenaikan harga mobil di AS imbas tarif impor
Harga plastik kresek naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per bungkus (pak), sementara jenis lain meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per bungkus.
Pemerintah Pusat menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik dan berbagai komoditas lain yang terdampak dinamika geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Kenaikan harga mobil baru dinilai picu perubahan preferensi konsumen
Baca juga: Wuling berupaya tak naikkan harga mobil di tengah lonjakan BBM
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026