Jakarta (ANTARA) - Hyundai Motor Company asal Korea Selatan, melirik pasar otomotif China yang memiliki potensi cukup besar untuk menjajakan kendaraan elektrik murni melalui peluncuran brand IONIQ di Beijing, China.
Tidak hanya Ioniq, Hyundai juga terlihat sangat serius dengan pasar otomotif terbesar tersebut dengan menghadirkan dua mobil yang masih berstatus konsep dan akan mereka pamerkan pada ajang Beijing Auto Show 2026.
“Berlandaskan prinsip IONIQ yang mengutamakan keselamatan dan kualitas kelas dunia, Hyundai akan segera memperkenalkan model-model untuk produksi massal yang memadukan kabin dan pengalaman berkendara yang cerdas sesuai keinginan konsumen China,” kata Presiden Beijing Hyundai Motor Company, Li Fenggang melalui keterangan resminya, Rabu.
Baca juga: Hyundai Ioniq masuk China, kenalkan mobil konsep "Venus" dan "Earth"
Dua kendaraan konsep yang mereka pamerkan tersebut adalah VENUS Concept dan SUV EARTH Concept. Kehadiran keduanya menandai era baru yang menegaskan kesiapan Hyundai Motor dalam menghadapi pasar new energy vehicle (NEV) di China.
Kedua mobil konsep ini menjadi gerbang awal strategi Hyundai untuk terjun ke pasar China, sekaligus menjadi tolok ukur desain bagi model-model IONIQ yang akan diproduksi secara massal di masa depan.
Dengan mengusung filosofi “Lead, don’t follow”, kedua mobil konsep ini menampilkan single-curve silhouettes yang berkarakter dan mudah dikenali, sehingga memberi kesan pertama yang kuat.
Baca juga: Hyundai IONIQ 6 N sabet penghargaan "World Performance Car 2026"
“Kami memilih untuk menjadi ‘The Origin’. Sesuatu yang benar-benar baru, mudah dikenali sekilas dari kejauhan, memiliki kehadiran yang kuat di jalan, dan menghadirkan apa yang kami sebut sebagai ‘kesan pertama terbaik’,” ujar Senior Vice President dan Head of Hyundai Design Center di Hyundai Motor Company, Simon Loasby.
Bersamaan dengan pengenalan dua modelnya di pasar China, perusahaan tersebut juga menuangkan komitmennya di pasar otomotif yang memiliki tingkat persaingan cukup rumit melalui pengembangan lini IONIQ, tidak hanya dari sisi produk tetapi juga keseluruhan pengalaman mobilitas konsumen.
Sebagai bagian dari strategi ini, Hyundai Motor memperkenalkan pola penamaan khusus yang disesuaikan untuk China. Model IONIQ di masa depan akan menggunakan nama-nama “planet”, yang melambangkan bahwa setiap kendaraan berpusat pada pelanggan sebagai inti dari semesta IONIQ yang baru.
Baca juga: Hyundai dan FIFA jalin kolabroasi meulai Next Starts Now
Menurutnya, IONIQ nantinya juga bakal menyajikan teknologi eksklusif bagi pelanggannya di sana. Pencapaian utama mencakup pengenalan sistem berkendara otonom yang dikembangkan bersama mitra lokal dan penerapan solusi yang spesifik untuk pasar, seperti extended range electric vehicle (EREV).
Teknologi yang sudah dikenal luas oleh pelanggan otomotif di China ini, diyakini Hyundai bakal memuluskan strategi mereka untuk bersaing dengan jenama-jenama global maupun lokal yang sudah menggunakan teknologi tersebut.
Mereka juga berpendapat bahwa hadirnya teknologi-teknologi ini sebuah cerminan serta komitmen Hyundai Motor untuk kembali ke pasar dengan filosofi yang benar-benar berpusat pada manusia, dengan mengutamakan manfaat nyata yang menjawab kebutuhan riil konsumen China.
Baca juga: Hyundai dan Kia buka lembar baru di industri elektrifikasi
Baca juga: Hyundai tambahkan tema Pokmon ke sistem infotainment
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026