Shanghai (ANTARA) - Lebih dari 400.000 unit kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) telah diekspor via pelabuhan-pelabuhan di Shanghai pada kuartal pertama (Q1) 2026, mencakup hampir 70 persen dari total ekspor otomotif di kota tersebut.

Demikian disampaikan Bea Cukai Shanghai pada Selasa (14/4).

Shanghai, gerbang ekspor otomotif terbesar di China, telah mengembangkan pola ekspor "penggerak ganda" yang bertumpu di area pelabuhan Waigaoqiao dan dermaga Nangang di Kawasan Baru Lingang.

Data kepabeanan menunjukkan bahwa Waigaoqiao telah mengekspor 386.000 unit kendaraan dalam tiga bulan pertama 2026, meningkat 15,9 persen secara tahunan (year on year), dengan NEV menyumbang 68,5 persen dari jumlah tersebut.

Sementara itu, total volume ekspor kendaraan di dermaga Nangang melonjak 111 persen menjadi 207.000 unit, dengan ekspor NEV melejit 176 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Angka tersebut menunjukkan pada Q1 2026, rata-rata sekitar 6.600 unit kendaraan diekspor setiap hari melalui pelabuhan di Shanghai, termasuk sekitar 4.500 NEV. Pasar tujuan utamanya meliputi Belgia, Brasil, dan Afrika Selatan.

Guna mengakomodasi peningkatan permintaan atas proses kepabeanan yang cepat, pihak berwenang telah menetapkan "jalur hijau" dan menyediakan layanan janji temu nonstop.

Kantor-kantor bea cukai setempat juga memanfaatkan mahadata (big data) dan penilaian risiko untuk mengoptimalkan proses pemeriksaan.

Pewarta:
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026