Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif asal Jepang Nissan mengisyaratkan kembalinya SUV legendaris Xterradan generasi terbaru Skyline sebagai bagian dari strategi peluncuran sejumlah model baru dalam beberapa tahun ke depan.
Dilaporkan Carscoops, Selasa waktu setempat, kehadiran Xterra generasi terbaru diperlihatkan melalui teaser dengan desain yang terlihat tegas dan dramatis.
Sementara generasi terbaru Nissan Skyline akan diluncurkan di pasar domestik Jepang.
Baca juga: Nissan andalkan teknologi e-Power untuk tekan biaya BBM
Dari cuplikan singkat yang dibagikan, bagian depan SUV Xterra tampil tegak dengan grille besar berwarna hitam serta desain lampu terpisah. Lampu tambahan berwarna kuning juga terlihat ditempatkan di celah antara bumper dan kap mesin, memperkuat kesan tangguh.
Selain itu, kap mesin terlihat berotot, mencerminkan karakter off-road khas Xterra.
Nissan menyebutkan bahwa Xterra terbaru akan diproduksi di Amerika Serikat dan dijadwalkan meluncur pada akhir 2028. Model itu akan menggunakan platform body-on-frame baru, yang juga berpotensi digunakan oleh hingga empat model lain yang diproduksi di negara tersebut.
Untuk sektor dapur pacu, Xterra akan ditawarkan dengan pilihan mesin V6 serta varian V6 hybrid, menyesuaikan kebutuhan performa sekaligus efisiensi bahan bakar.
Baca juga: Nissan bakal hadirkan sistem e-Power di AS melalui Rogue 2027
Dalam strategi jangka panjang, Nissan membagi lini produknya ke dalam empat kategori utama.
Kategori pertama adalah “Heartbeat” yang akan mencakup Xterra dan Skyline terbaru. Kategori kedua adalah model “Core” seperti Rogue, X-Trail, serta Juke versi listrik.
Selain itu, terdapat kategori “Growth” yang difokuskan pada pasar berkembang, serta kategori “Partner”.
Merek premium Nissan Infiniti juga akan menghadirkan sedan sport premium baru serta SUV kompak hybrid mewah sebelum akhir 2028.
Sebagai bagian dari visi jangka panjang bertajuk “Mobility Intelligence for Everyday Life”, Nissan akan menggabungkan teknologi Nissan AI Drive dan Nissan AI Partner untuk meningkatkan kemampuan berkendara otonom.
Model Nissan Elgrand disebut akan menjadi kendaraan pertama yang mengadopsi teknologi terbaru ini, dengan target mencapai kemampuan otonom end-to-end pada akhir tahun fiskal 2027.
Selain itu, Nissan juga berencana merampingkan portofolio produknya dari 56 model menjadi 45 model. Perusahaan menyatakan bahwa model dengan performa rendah akan menjadi prioritas untuk dihentikan, meski belum merinci model mana saja yang akan terdampak.
Baca juga: Toyota Gazoo Racing menangi seri perdana Kejurnas Sprint Rally
Baca juga: Xpeng ungkap interior SUV GX jelang peluncuran
Baca juga: GAC beri bocoran tentang SUV off-road baru dengan sistem PHEV
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026