Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Pertaonan Dulay menyoroti pentingnya manufaktur yang berinvestasi di Indonesia untuk menerapkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah diatur sebagai fondasi utama dalam membangun industri otomotif nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kami mendorong agar setiap investasi di sektor manufaktur tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui implementasi TKDN yang terukur dan bertahap,” kata Saleh Pertaonan Dulay dalam keterangan resminya pada saat melakukan kunjungan kerja ke QJMotor Manufacture Indonesia, Cikarang, Kamis.
Hadirnya lembaga negara ke manufacture milik QJ ini merupakan langkah penting untuk memberikan semangat kepada produsen QJ Motor di Indonesia.
Baca juga: QJMOTOR luncurkan dua motor baru di Bali
Kegiatan ini juga menjadi forum strategis antara regulator dan pelaku industri dalam membahas isu krusial seperti peningkatan nilai investasi, penguatan industri dalam negeri, serta standar manufaktur yang berdaya saing global.
Untuk semakin menegaskan komitmen QJ Motor di Indonesia, DPR RI juga menyoroti pentingnya penggunaan bahan-bahan yang sudah memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam seluruh proses manufaktur guna memastikan kualitas produk dan perlindungan konsumen.
“Standar seperti SNI bukan hanya regulasi, tetapi merupakan instrumen penting untuk menjaga kualitas industri nasional agar mampu meningkatkan kualitas Industri dalam negeri,” ucap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty.
Baca juga: QJMotor luncurkan dua model baru di Indonesia
Sementara dari pihak pemerintah yang diwakilkan oleh Kementerian Perindustrian, menyambut baik ketegasan dan juga keinginan dari DPR RI terkait penggunaan TKDN yang sesuai hingga SNI yang harus diterapkan di manufacture milik QJ Motor.
“Kemenperin selaku salah satu regulator Perindustrian Indonesia akan selalu mengawal pertumbuhan dan perkembangan pihak industri di Indonesia agar nantinya tumbuh sesuai dengan harapan Pemerintah Indonesia, termasuk penerapan TKDN dan SNI,” ujar Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Setia Diarta.
Keinginan tersebut disambut baik oleh QJ Motor yang memiliki kesungguhan berkomitmen di pasar roda dua Indonesia.
Baca juga: QJMotor luncurkan dua motor baru di IIMS 2026
QJ Motor menilai bahwa strategi peningkatan TKDN telah menjadi bagian dari roadmap perusahaan, yang akan diimplementasikan secara bertahap seiring dengan penguatan kapasitas produksi dan pengembangan rantai pasok lokal.
Pabriknya sudah mengadopsi sistem yang modern, rekayasa presisi, serta standar pengendalian kualitas bertaraf global.
Fasilitas ini mengintegrasikan proses otomasi terkini dengan protokol quality assurance yang ketat guna memastikan konsistensi dan efisiensi di seluruh lini produksi.
Baca juga: QJMotor terus perluas jangkauan komunitasnya di Indonesia
“Untuk komitmen jangka panjang, kami juga menjaring penyerapan tenaga kerja lokal serta pengembangan kompetensi SDM di sektor otomotif melalui strategi transfer knowledge antara Pusat QJMOTOR di China dan talenta lokal,” ucap Factory Division Head dari QJMotor Manufacture Indonesia, Bintang.
Menurut dia, kunjungan ini semakin mempertegas posisi QJ Motor Indonesia sebagai salah satu basis strategis bagi pengembangan industri motor Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Melalui dukungan yang diberikan oleh pemerintah sinergi lintas sektor, perusahaan optimistis dapat mempercepat realisasi investasi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: QJMotor pastikan pabrik di Indonesia mulai beroperasi Januari 2026
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026