Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) dikabarkan bakal memberikan kendaraan operasional roda dua untuk keperluan peninjauan yang dilakukan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan tugas mereka.

Meski kabar ini ramai diperbincangkan di dunia maya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan kendaraan operasional tersebut secara resmi karena masih dalam pengurusan administrasi sebagai barang milik negara (BMN) .

“Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG, tetapi motor tersebut belum dibagikan," ujar Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Kendaraan roda dua berkelir biru muda tersebut terlihat sudah mendarat di Indonesia. Kendaraan tersebut diduga kuat adalah motor listrik Trail Emmo JVX GT dan juga motor listrik metik Emmo JVH Max.

Baca juga: Kepala BGN: Motor untuk kepala SPPG belum dibagikan

Motor listrik yang memiliki kegunaan berbeda ini, dimaksudkan untuk memberikan kemudahan Kepala SPPG meninjau darah-daerah yang mereka akan awasi dengan medan yang berbeda-beda nantinya.

Untuk model trail yang sanggup melibas kontur jalan bergelombang dan tidak merata, motor ini hadir dengan kecepatan maksimal 80 kpj serta jarak tempuh 70 km dalam sekali pengisian daya penuh.

Motor petualang ini memiliki dimensi panjangnya 2.080 mm, lebar 810 mm, dan tinggi 1.150 mm. Motor trail ini juga menggunakan ban berukuran 19 inci (48,26 cm) untuk depannya dan 18 inci (45,72 cm) untuk bagian belakangnya.

Baca juga: BGN sebut 126 SPPG di wilayah 3T Sultra rampung dibangun

Untuk jantung pacunya, motor listrik ini dibekali dengan baterai berkapasitas 72v 31Ah, kompatibel dua baterai yang mudah untuk dilepas dan pasang. Pengisiannya juga sudah menggunakan teknologi pengisian cepat, yakni dari 30 persen ke 80 persen hanya membutuhkan waktu 1 jam.

Sementara untuk model keduanya, yakni Emmo JVH Max dapat digunakan dengan kecepatan hanya mencapai 90 kpj dengan jarak tempuh yang dapat dicapai hingga 70 km dalam sekali pengisian penuh.

Motor listrik yang cocok dikendarai di area perkotaan ini, memiliki desain yang cukup familiar pada pengguna kendaraan roda dua jenis metik, seperti mengedepankan desain ergonomis dan tidak banyak lekukan di tubuhnya.

Baca juga: BGN beri peringatan 2.100 SPPG, minta perbaiki layanan MBG

Penggunaan kendaraan berbasis baterai murni ini, memang memiliki kecenderungan irit dalam pembiayaan perawatan. Tidak banyak komponen yang harus diganti layaknya kendaraan-kendaraan konvensional pada umumnya.

Meski demikian, Dadan mengatakan bahwa viralnya video yang mengatakan terdapat 70 ribu unit itu tidak benar adanya. Pihaknya hanya menyediakan sebanyak 21.085 unit dan masih dalam pengurusan administrasi.

"Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025," ucap Dadan.

Baca juga: Pemerintah percepat penyempurnaan dapur SPPG program MBG

Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.

Konten yang beredar di media sosial menunjukkan motor listrik berlogo BGN tengah dibungkus plastik. Hal tersebut belum dipastikan kebenarannya, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak langsung membagikan informasi yang belum dikonfirmasi dengan jelas.

Baca juga: Ombudsman temukan distribusi MBG di Babel gunakan kendaraan terbuka

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026