Jakarta (ANTARA) - Seorang perwakilan dari Euro NCAP, lembaga penilaian keselamatan kendaraan di Eropa yang menjadi salah satu acuan dunia, menyebut teknologi Full-Self Driving (FSD) milik Tesla berbahaya dan tidak bertanggung jawab.

Berbicara kepada media Australia dan Selandia Baru, Direktur Teknis Euro NCAP, Richard Schram, mengatakan teknologi Tesla yang sering dipuji tersebut tidak akan dinilai baik berdasarkan kriteria pengujian saat ini.

“(FSD Tesla) memang mengesankan, tapi ada bahaya besar, yaitu terlalu bergantung pada sistem tersebut. Apa yang ingin saya lihat dari Tesla adalah, ‘ini benar-benar self-driving penuh, dan kami akan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa pun yang terjadi selamanya.’ kata Schram, dikutip laman Drive, Senin, waktu setempat.

Sebagai konteks, FSD (Supervised) memungkinkan Tesla Model 3 atau Tesla Model Y yang kompatibel untuk menghadapi situasi berkendara kompleks seperti jalan dalam kota, berhenti di lampu lalu lintas, hingga parkir, berkat perangkat berbasis kamera dan kemampuan pemrosesan yang cepat.

Baca juga: Tesla ditetapkan bertanggung jawab atas kecelakaan terkait autopilot

Namun, sistem self-driving ini berada di area abu-abu secara hukum di beberapa negara, salah satu Australia. Tesla menampilkan peringatan di layar yang menyatakan tangan pengemudi harus tetap di setir — tetapi aturan ini tidak selalu ditegakkan kecuali sistem pemantauan mendeteksi pengemudi tidak fokus.

Teknologi ini juga belum hadir di Eropa karena kekhawatiran regulasi dan standar keselamatan yang lebih tinggi untuk teknologi otonom, sebagian karena jarak antarnegara yang berdekatan namun memiliki rambu dan aturan jalan yang berbeda.

Schram mengatakan masalah terbesar dari Tesla FSD (Supervised) adalah namanya, karena memberi kesan mobil akan bertanggung jawab, padahal tanggung jawab tetap ada pada pengemudi.

“Jika Anda ingin menyebutnya otomatisasi, silakan, tapi berarti Anda (pabrikan mobil) yang bertanggung jawab. Secara adil, dan bukan hanya soal Tesla, pada umumnya tidak ada yang benar-benar self-driving, semuanya adalah sistem bantuan. Sistem bantuan yang canggih juga tetap membutuhkan keterlibatan pengemudi. Jika itu seimbang, tidak masalah." ujar Schram.

Baca juga: Tesla jadikan fitur mengemudi otomatis langganan Rp1,6 juta per bulan

Interaksi antara pengemudi dan sistem keselamatan aktif kendaraan kini menjadi fokus baru bagi Euro NCAP, dan juga ANCAP.

Sebagai bagian dari aturan tahun 2026, pengujian akan mencakup ketahanan sistem pemantauan pengemudi, terutama dalam hal akurasi dan kemampuan pelacakan.

Untuk perubahan aturan pada 2029, lembaga keselamatan ini berencana menguji seberapa “pintar” sistem pemantauan tersebut, misalnya, sistem keselamatan aktif hanya boleh mengambil tindakan jika sistem benar-benar mendeteksi bahwa pengemudi tidak melihat bahaya penting.

Menurut Euro NCAP, jika sistem memberikan peringatan hanya karena pengemudi menoleh (misalnya cek kondisi sekitar) atau mengganti radio, padahal masih sadar situasi, maka teknologi tersebut dianggap tidak diterapkan dengan baik.

Namun, aturan tahun 2029 ini masih dalam tahap perumusan dan akan melibatkan masukan dari produsen mobil sebelum diumumkan mendekati waktu penerapannya.

Baca juga: Tesla luncurkan langganan fitur FSD di Australia

Baca juga: Tesla dilaporkan tunda data kecelakaan akibat sistem mengemudi otonom

Baca juga: Kota ini mungkin jadi tantangan terberat peluncuran robotaxi Tesla

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026