Guangzhou (ANTARA) - Armada robotaxi perusahaan teknologi swakemudi terkemuka di China, Pony.ai, berdasarkan laporan keuangan mereka, akan menembus 3.000 kendaraan pada akhir 2026, dengan layanan robotaxi yang akan diterapkan di lebih dari 20 kota di seluruh dunia.
Perusahaan itu membukukan total pendapatan sebesar 629 juta yuan (1 yuan = Rp2.448) pada 2025, yang mewakili peningkatan sebesar 20 persen secara tahunan (year over year/yoy), menurut laporan keuangan perusahaan itu.
Untuk 2025, pendapatan bisnis robotaxi perusahaan itu mencapai 116 juta yuan, melonjak 129 persen, sementara pendapatan tarif penumpang meningkat hampir 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya, demikian disebutkan dalam laporan tersebut.
Pendiri sekaligus CEO Pony.ai, Peng Jun mengatakan 2025 menandai tahun penting dalam perkembangan perusahaan tersebut dan mereka mencapai ekspansi komprehensif dalam skala pendapatan, ukuran armada robotaxi, cakupan jaringan operasional, serta basis pengguna.
Pada Maret 2026 saja, Pony.ai meluncurkan layanan robotaxi-nya di Hangzhou dan Changsha, dua kota besar di China, serta di Kroasia.
Didirikan pada 2016 dan berkantor pusat di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan, Pony.ai saat ini mengoperasikan armada lebih dari 1.400 robotaxi dan sekitar 200 robotruck.
Total jarak tempuh uji coba kemudi otonom globalnya mencapai lebih dari 70 juta kilometer, dengan lebih dari 20 juta kilometer di antaranya diselesaikan dalam mode swakemudi penuh.
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026