Jakarta (ANTARA) - Bentley, jenama mobil mewah asal Inggris yang semula berencana meluncurkan lima mobil listrik baru pada 2035, memilih untuk mengalihkan fokus pada produksi kendaraan hibrida.

Menurut siaran Arena EV pada Minggu (22/3), perusahaan memutuskan untuk lebih fokus pada produksi kendaraan hibrida alih-alih bergegas meluncurkan mobil listrik penuh karena menilai minat konsumen pada model mobil bertenaga baterai yang mahal lebih rendah dari perkiraan.

"Kita harus memikirkan ulang dan menghitung ulang seluruh lini produk kita, dan semua penawaran di masa mendatang," kata CEO Bentley, Frank Walliser, kepada Auto Express.

"Jika Anda membandingkan perencanaan kita dengan dua tahun lalu, semuanya terlihat sangat berbeda," ia menambahkan.

Dalam beberapa tahun ke depan, Bentley akan memfokuskan energinya pada kendaraan hibrida plug-in.

Saat ini, perusahaan menawarkan versi hibrida dari Continental GT dan Flying Spur, yang menggunakan paduan mesin V8 dengan motor listrik.

Baca juga: Bentley undur peluncuran EV perdana, namun percepat PHEV

Para pemimpin perusahaan menilai menghabiskan terlalu banyak uang untuk mobil listrik saat ini berisiko karena belum cukup banyak orang yang membelinya.

Dengan tetap menggunakan mesin bensin dan hibrida untuk sementara waktu, perusahaan dapat terus menghasilkan uang sambil menunggu lebih banyak orang menginginkan mobil listrik.

Namun demikian, Bentley masih ingin merilis mobil listrik pertamanya pada tahun 2027. Mereka menyebut model ini sebagai Urban SUV.

Perusahaan menyebut SUV baru ini akan mampu menambah jarak tempuh 160 km dalam tujuh menit saat menggunakan pengisi daya cepat.

Frank Walliser mengatakan, perusahaan ingin sepenuhnya menggunakan mobil listrik suatu hari nanti.

Namun, perusahaan tidak berencana merilis model listrik lain setelah SUV 2027 setidaknya hingga tahun 2030.

Baca juga: Mazda sedang mengerjakan MX-5 generasi berikutnya

Baca juga: BYD bersiap luncurkan PHEV Sealion 06 berjangkauan jauh

 

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026