Jakarta (ANTARA) - BMW resmi memperkenalkan BMW i3 50 xDrive yang menandai perubahan besar dalam lini produknya sebagai model pertama dari seri ikonik 3 Series yang sepenuhnya beralih ke tenaga listrik. 

Dilansir dari Arena EV pada Rabu (18/3) waktu setempat, model terbaru ini menjadi bagian dari platform generasi baru “Neue Klasse”, yang diklaim membawa lompatan signifikan dalam teknologi kendaraan listrik. 

BMW i3 50 xDrive dibekali dua motor listrik yang ditempatkan di poros roda depan dan belakang. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 345 kW atau sekitar 469 tenaga kuda dengan torsi mencapai 645 Nm yang memberikan performa khas sedan sport.

Baca juga: BMW catat pemesanan 50 ribu unit untuk SUV listrik iX3

Dari sisi desain, BMW tetap mempertahankan identitas khas 3 Series dengan sentuhan modern. Mobil ini memiliki jarak sumbu roda panjang dan overhang pendek untuk menciptakan tampilan sporty.

Ciri khas lampu “empat mata” pada bagian depan masih dipertahankan, namun kini dipadukan dalam satu tampilan lampu dan grille yang menyatu.

Interior kendaraan dirancang lebih lapang berkat tidak adanya mesin konvensional dan terowongan transmisi. Salah satu fitur utama adalah sistem BMW Panoramic iDrive, yang menghadirkan antarmuka baru untuk interaksi pengemudi dengan kendaraan.

Baca juga: BMW tarik model 5 Series dan 7 Series karena risiko kebakaran

Selain itu, BMW menyematkan sistem komputasi “Heart of Joy” yang diklaim mampu memproses data hingga 10 kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, sehingga meningkatkan responsivitas kendaraan saat dikendarai.

Untuk daya jelajah, BMW i3 mampu menempuh jarak hingga 900 kilometer berdasarkan standar WLTP. Kendaraan ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 400 kW, yang memungkinkan penambahan jarak tempuh sekitar 400 kilometer dalam waktu 10 menit.

Teknologi baterai yang digunakan mengadopsi sistem 800 volt dengan sel berbentuk silinder, yang memungkinkan kepadatan energi lebih tinggi dalam ukuran lebih ringkas.

Baca juga: BMW China tarik 147 ribu lebih kendaraan impor

Tak hanya itu, BMW i3 juga mendukung teknologi pengisian dua arah, yang memungkinkan kendaraan digunakan sebagai sumber daya listrik untuk perangkat lain, rumah, hingga jaringan listrik.

Produksi model ini akan dilakukan di pabrik utama BMW di Munich, Jerman, yang telah diperbarui untuk mendukung produksi kendaraan listrik. Produksi massal dijadwalkan mulai Agustus 2026, dengan target seluruh produksi di fasilitas tersebut beralih ke kendaraan listrik pada 2027.

Pengiriman perdana BMW i3 dijadwalkan berlangsung pada musim gugur 2026, dengan harga awal diperkirakan sekitar 46.900 euro (Rp912 juta) untuk varian standar.

Baca juga: Merek Jerman jadi eksportir mobil terbesar Amerika Serikat

Baca juga: BMW Indonesia lakukan kampanye teknis preventif sejumlah kendaraan

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026