Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif China, Chery dijadwalkan menggelar acara teknologi bertajuk Battery Night untuk memaparkan perkembangan teknologi baterai kendaraan listrik, termasuk pengembangan baterai solid-state dengan jarak tempuh hingga 1.500 kilometer.
Menurut laporan CarNewsChina pada Senin waktu setempat, baterai solid-state disebut menjadi fokus utama pengembangan Chery.
Teknologi ini menggunakan elektrolit padat sebagai pengganti elektrolit cair pada baterai lithium-ion konvensional, yang secara teori dapat meningkatkan kepadatan energi sekaligus meningkatkan keamanan.
Chery menargetkan baterai solid-state tersebut mampu memberikan jarak tempuh kendaraan listrik hingga sekitar 1.500 km dalam satu kali pengisian daya. Namun, perusahaan belum menjelaskan secara rinci standar pengujian yang digunakan untuk menghasilkan angka tersebut.
Baca juga: Chery unggulkan TIGGO 8 CSH sebagai mobilitas keluarga modern
Pabrikan itu juga mengungkapkan bahwa baterai solid-state yang sedang dikembangkan memiliki target kepadatan energi hingga 600 Wh/kg.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional yang saat ini digunakan pada kendaraan listrik.
Menurut rencana pengembangan perusahaan, tahap awal penerapan baterai solid-state akan dimulai sekitar 2026 dalam skala terbatas.
Adapun produksi massal teknologi tersebut ditargetkan dapat dimulai sekitar 2027.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi elektrifikasi Chery yang sebelumnya memperkenalkan merek teknologi baterai bernama Kunpeng.
Baca juga: Fitur-fitur utama SUV listrik Exeed EX7 terungkap
Merek tersebut mencakup berbagai solusi penyimpanan energi perusahaan, mulai dari baterai untuk kendaraan hybrid hingga pengembangan baterai generasi berikutnya.
Meski demikian, hingga saat ini Chery belum mengungkapkan detail teknis lebih lanjut mengenai baterai solid-state yang sedang dikembangkan, termasuk desain sel, pemasok material, maupun platform kendaraan yang akan menggunakannya.
Sebagaimana diketahui, pengembangan baterai solid-state kini menjadi fokus banyak produsen otomotif global.
Teknologi ini dinilai berpotensi menjadi langkah besar berikutnya dalam industri kendaraan listrik karena menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, waktu pengisian lebih cepat, serta tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan baterai saat ini.
Acara Battery Night pada 18 Maret mendatang diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai peta jalan teknologi baterai Chery dan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri kendaraan listrik.
Baca juga: Chery QQ3 EV siap bersaing dengan Geely EX2
Baca juga: Chery rilis gambar resmi SUV Tiggo 7L di China
Baca juga: Chery akan meluncurkan mobil pikap PHEV diesel pertama di Australia
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026