Jakarta (ANTARA) - Penjualan kendaraan listrik global tercatat menurun pada Februari 2026 yang dipicu oleh penurunan tajam penjualan di pasar utama seperti China.

Dilansir dari The Economic Times pada Jumat (13/3) waktu setempat, data lembaga konsultan Benchmark Mineral Intelligence (BMI) menunjukkan penjualan kendaraan listrik global turun 11 persen secara tahunan pada Februari.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh merosotnya penjualan di China yang mencatat penurunan terbesar sejak awal pandemi COVID-19 pada 2020.

BMI menyebut di China, sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, penjualan mobil listrik berbasis baterai dan plug-in hybrid pada Februari mencatat penurunan 32 persen secara tahunan menjadi kurang dari 500.000 unit.

Penurunan ini sejalan dengan laporan China Association of Automobile Manufacturers yang mencatat penjualan mobil secara keseluruhan di negara tersebut turun 34 persen pada bulan yang sama.

Data Manager BMI Charles Lester mengatakan konsumen saat ini semakin sensitif terhadap harga kendaraan listrik.

Baca juga: Jalur kereta China-Laos dorong ekspor "trio baru" ke Asia Tenggara

Secara global, penjualan kendaraan listrik juga tercatat menurun selama dua bulan terakhir hingga Februari menjadi sedikit di atas satu juta unit, yang merupakan tingkat terendah sejak periode yang sama pada 2024.

Di kawasan Amerika Utara, pasar kendaraan listrik menyusut 35 persen menjadi kurang dari 90.000 unit pada Februari. Penurunan tersebut menjadi yang kelima secara beruntun setelah berakhirnya program insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat pada September tahun lalu.

Selain itu, kebijakan pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang mengusulkan pelonggaran standar emisi karbon juga turut memengaruhi permintaan kendaraan listrik di pasar tersebut.

Kebijakan tersebut, ditambah dengan melemahnya permintaan global terhadap kendaraan listrik, membuat sejumlah produsen otomotif dengan eksposur besar di pasar Amerika Serikat untuk mencatatkan penurunan nilai aset hingga lebih dari 70 miliar dolar AS.

Di sisi lain, pasar kendaraan listrik di Eropa masih mencatat pertumbuhan. Penjualan kendaraan listrik di kawasan tersebut meningkat 21 persen pada Februari, meskipun laju pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan sebagian besar periode tahun lalu.

Sementara itu, penjualan kendaraan listrik di wilayah lain dunia meningkat 78 persen menjadi lebih dari 180.000 unit. Kenaikan ini didorong oleh ekspansi produsen mobil listrik asal China ke berbagai pasar di Asia, Australia, serta Eropa, di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar domestik mereka.

Baca juga: China akan merilis standar baterai solid-state pada Juli 2026

Baca juga: Toyota luncurkan EV Highlander 2027, punya jarak tempuh 515 km

Baca juga: Pemerintah optimistis pertumbuhan kendaraan listrik kian menguat

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026