Jakarta (ANTARA) - PT Indomobil National Distributor (IND) mengungkap rencana menghadirkan merek kendaraan listrik asal China, Leapmotor ke pasar Indonesia.
Perusahaan yang juga menjadi Agen Pemegang Merek (APM) untuk brand di bawah grup Stellantis seperti Citroën dan Jeep itu menargetkan sejumlah segmen kendaraan listrik dengan potensi perakitan lokal.
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw mengatakan pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan mitra global untuk membawa Leapmotor ke Indonesia sebagai bagian dari ekspansi kendaraan listrik di dalam negeri.
Baca juga: Indomobil berencana boyong Leapmotor ke Indonesia
“Mobil ini rencananya akan tetap dirakit secara lokal di Indonesia. Selain itu, Indonesia National Distributor juga memiliki tanggung jawab untuk mendistribusikan kendaraan tersebut, menyediakan layanan purnajual di seluruh Indonesia, serta menjaga kualitas produk,” ujar Tan Kim Piauw dalam temu media di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, rencana awal yang disiapkan tidak hanya sebatas pemasaran kendaraan, tetapi juga mencakup produksi lokal, distribusi nasional, hingga layanan purnajual.
Menurut dia, langkah ini merupakan bagian dari kerja sama antara grup otomotif global Stellantis dengan Leapmotor, perusahaan kendaraan listrik berbasis teknologi yang bermarkas di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.
Baca juga: Indomobil eMotor luncurkan Sprinto di GJAW 2025, berapa harganya?
Tan Kim Piauw menyebut Leapmotor merupakan perusahaan yang relatif muda di industri otomotif.
Perusahaan tersebut berdiri pada 2015 dan sejak awal berfokus pada riset dan pengembangan kendaraan listrik serta teknologi mobil pintar.
Perusahaan itu mengembangkan banyak komponen penting secara mandiri, termasuk motor listrik, baterai, sistem kokpit pintar, hingga teknologi advanced driver assistance system (ADAS).
Baca juga: Masuknya Changan ke Indonesia perkuat kolaborasi lintas benua
Menurut Tan Kim Piauw, 65 persen biaya pengembangan kendaraan Leapmotor berasal dari teknologi yang dibuat secara in-house.
Dari sisi penjualan, Leapmotor juga mencatat pertumbuhan pesat di pasar kendaraan listrik global.
Pada 2025, penjualan perusahaan tersebut mencapai sekitar 596.555 unit dan total kendaraan yang telah diproduksi secara kumulatif telah menembus sekitar 1,2 juta unit.
“Leapmotor dikenal sebagai salah satu perusahaan kendaraan listrik China dengan pertumbuhan paling cepat dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
Terkait produk yang akan dibawa ke Indonesia, Tan Kim Piauw menyebut pihaknya menargetkan berbagai segmen kendaraan listrik.
Baca juga: Upaya Indomobil dongkrak penjualan otomotif melalui JAC Motors
Rencana tersebut mencakup model di segmen bawah hingga atas, termasuk kemungkinan SUV, sedan, maupun MPV.
“Pada 2026, segmen yang akan dibawa terdiri dari lini bawah sampai atas. Apakah SUV, sedan, atau MPV. Jadi segmen yang digarap Leapmotor sebenarnya semuanya ada,” ujar dia.
Namun, Tan Kim Piauw menambahkan bahwa pihaknya masih mempelajari kondisi pasar domestik untuk menentukan model mana yang paling sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.
“Di Indonesia kami melihat kondisi pasar dan segmen mana yang cukup kuat. Tentu kami berharap bisa ikut menggarap semua segmen karena semuanya sangat potensial,” katanya.
Secara global, Leapmotor memiliki beberapa model kendaraan listrik yang cukup dikenal, antara lain SUV seperti Leapmotor C10 dan Leapmotor C16, sedan listrik Leapmotor B01, serta mobil kota listrik Leapmotor T03.
Jajaran produk tersebut menunjukkan cakupan segmen yang luas, mulai dari kendaraan kompak hingga SUV berukuran menengah, yang menjadi dasar rencana ekspansi Leapmotor di berbagai pasar global, termasuk Indonesia.
“Kami belum bisa menyampaikan detailnya karena saat ini masih dalam tahap pembicaraan dengan mitra kami, yaitu Leapmotor,” ujar Tan Kim Piauw.
Baca juga: Indomobil ajak jaringan diler kunjungi fasilitas Changan di China
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026