Jakarta (ANTARA) - Honda mengalami kerugian sebesar 2,5 triliun yen atau mencapai Rp265.4 triliun, terkait adanya perubahan keputusan dari global mengenai untuk tidak meluncurkan tiga kendaraan elektrik mereka seperti Honda 0 Saloon dan 0 SUV dan juga crossover RSX dari Acura.

CarsCoops pada Kamis (12/3) waktu setempat melaporkan bahwa kejadian ini membuat masa depan Honda menjadi kurang bergairah. Seharusnya, tiga kendaraan elektrik ini bisa menjadi pemicu gairah Honda di pasar otomotif Amerika.

Menurut Honda, ketika mereka harus memaksakan untuk menjual ketiga kendaraan tersebut dalam kondisi yang sedang lesu akibat turunnya permintaan justru akan memperparah kondisi bisnis mereka di pasar tersebut dalam jangka panjang.

Baca juga: Honda luncurkan marketplace penjualan mobil bekas bersertifikasi

“Honda menyimpulkan bahwa memulai produksi dan penjualan ketiga model ini dalam lingkungan bisnis saat ini di mana permintaan kendaraan listrik menurun secara signifikan kemungkinan akan mengakibatkan kerugian lebih lanjut dalam jangka panjang,” tulis Honda.

Sejatinya, Honda 0 merupakan kendaraan yang menarik perhatian dari ketiga kendaraan yang akan diluncurkan oleh Honda. Mobil itu tampak seperti perpaduan antara Lamborghini Gallardo dan minivan.

Honda sebelumnya mengatakan akan meluncurkan kendaraan itu di pasar Amerika Utara dan awal tahun ini laporan menyebutkan peluncurannya telah ditunda hingga 2027. Sekarang tampaknya penundaan itu telah berubah menjadi sebuah "pemakaman".

SUV 0 adalah saudara kandung yang lebih realistis, meskipun tetap cukup liar dari sudut pandang desain dengan bagian belakangnya yang bungkuk.

Ini adalah SUV crossover listrik dengan kabin tinggi, pencahayaan bergaya piksel, dan sistem operasi ASIMO OS baru dari Honda.

Ini seharusnya menjadi kendaraan listrik praktis yang benar-benar menghasilkan uang, dan mungkin akan menjadi model yang paling sering terlihat di jalanan AS.

Baca juga: Fokus Honda di 2026 ingin lebih dekat dengan konsumen

Baca juga: Diskon besar Accord e:PHEV untuk 1000 pembeli pertama

Baca juga: Industri roda dua libatkan 700 ribu tenaga kerja dalam ekosistem

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026