Australia (ANTARA) - Warga Australia pada tahun 2025 membeli 221.699 mobil yang diproduksi di China, dan sebagian besar mobil tersebut berasal dari merek-merek China. Angka tersebut mewakili 18,3 persen dari pasar mobil baru Australia.
Laman Drive, Minggu, melaporkan, pertumbuhan penjualan kendaraan yang bersumber dari China mencapai 25,9 persen, dengan 45.540 mobil China lebih banyak terjual pada 2025 dibandingkan 2024 di Negeri Kangguru tersebut.
Di antara merek-merek China, persaingan juga berlangsung sangat ketat. Tiga merek China berhasil masuk ke dalam 10 besar pada 2025, namun hampir setiap merek baru di negara tersebut menyatakan ambisi untuk mencapai posisi itu.
GWM menjadi merek China dengan penjualan terbesar di Australia pada 2025, dengan 52.809 mobil baru terjual, sehingga menempatkannya sebagai merek terlaris ketujuh secara keseluruhan di Australia.
Dibandingkan tahun 2024, penjualan GWM meningkat 23,4 persen (42.782 unit). Pada 2023, GWM mencatat 36.397 penjualan, sehingga pertumbuhan dalam dua tahun mencapai lebih dari 45 persen.
Baca juga: Penjualan BYD anjlok 41 persen di pasar domestik, China
BYD menempati posisi kedua di antara merek China, dan peringkat kedelapan dalam daftar penjualan keseluruhan.
BYD menutup tahun 2025 sedikit di belakang GWM, dengan 52.415 penjualan, naik 156 persen dibandingkan 20.458 mobil yang dikirim pada 2024. Pada 2023, BYD menjual 12.438 mobil, sehingga peningkatan dalam dua tahun mencapai 321,4 persen.
Merek terakhir yang muncul dalam 10 besar secara keseluruhan adalah MG Motor, yang berada di peringkat kesepuluh. Sebagai merek China terlaris ketiga, MG mencatat 41.298 penjualan.
Hasil MG menunjukkan penurunan, karena merek tersebut mencatat 50.592 penjualan pada 2024 dan 58.346 penjualan pada 2023. Pada 2025, penjualan MG turun 18,4 persen, dengan tren dua tahun yang menunjukkan penurunan 29,2 persen.
Chery menempati peringkat keempat di antara merek China pada 2025 dengan 34.889 penjualan. Perlu dicatat bahwa Chery menghitung dirinya sebagai satu merek, sementara sub-mereknya di Australia, Omoda dan Jaecoo, menggabungkan hasil penjualan mereka sebagai satu merek terpisah.
Baca juga: MG telah menjual lebih dari satu juta kendaraan di Eropa
Chery mencatat 34.889 unit terjual pada 2025, meningkat dari 12.603 pada 2024 dan 5.890 pada 2023. Sementara Penjualan sepanjang tahun meningkat 176,8 persen, dengan tren dua tahun yang menunjukkan peningkatan hampir lima kali lipat (492,3 persen).
Spesialis kendaraan komersial LDV menempati posisi kelima di antara merek China yang dijual di Australia, dengan 14.108 unit terjual. Namun seperti MG, merek ini juga mengalami penurunan penjualan dari tahun ke tahun pada 2025 dan 2024.
LDV mencatat 16.022 penjualan pada 2024 (turun 11,9 persen) dan 21.298 pada 2023 (penurunan 33,8 persen dalam dua tahun).
Sementara itu, Geely, menempati peringkat keenam di antara merek China pada 2025 dengan 5.010 penjualan. Tahun 2025 merupakan tahun pertama Geely kembali masuk dalam laporan penjualan VFACTS setelah diperkenalkan kembali ke pasar Australia pada tahun tersebut.
Merek Omoda Jaecoo dari Chery menempati peringkat ketujuh. Ini juga merupakan debut pada 2025, sehingga tidak ada data penjualan sebelumnya untuk dibandingkan. Sub-merek ini mencatat 3.721 penjualan.
Selain merek-merek tersebut, Zeekr menempati posisi kedelapan dengan 1.994 penjualan pada tahun pertamanya dipasarkan di Australia.
Pendatang baru lainnya pada 2025, JAC Motors, menempati peringkat kesembilan di antara merek China di Australia, disusul Leapmotor, Deepal, Foton.
Di posisi terakhir, dengan hanya dua penjualan sepanjang tahun, adalah merek premium milik BYD, Denza. Meskipun dua mobil tersebut tercatat dalam data VFACTS pada 2025, pengiriman resmi kepada pelanggan baru dimulai pada 2026.
Merek China lain juga dijual selama 2025, tetapi tidak tercantum dalam laporan resmi VFACTS milik Federal Chamber of Automotive Industries. Merek-merek tersebut antara lain Farizon, GAC Group, dan XPeng.
Baca juga: Geely salip penjualan mobil penumpang BYD di China pada Januari 2026
Baca juga: Penjualan dan laba anjlok, sejumlah diler Audi di China tutup mendadak
Baca juga: Xiaomi tetapkan target pengiriman 550.000 kendaraan selama 2026
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026