Jakarta (ANTARA) - Toyota masih mempertahankan dominasinya di pasar otomotif Indonesia dengan pangsa pasar 31,2 persen sepanjang 2025, dengan penjualan wholesales melampaui 250 ribu unit.
“Kalau dikonversi menjadi market share (pangsa pasar), masih di atas 30 persen, artinya satu dari tiga mobil di Indonesia pada 2025 masih Toyota,” ujar Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily di Jakarta, Jumat (6/3) malam.
Dengan capaian tersebut, Toyota kembali mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar otomotif nasional.
Selain penjualan domestik, kinerja ekspor juga mencapai prestasi gemilang. Sejak 1987 hingga 2025, Ernando menyebut total ekspor kendaraan Toyota dari Indonesia telah mencapai 3.151.000 unit ke sekitar 100 negara.
Toyota juga mulai memasuki tahap baru dengan ekspor kendaraan elektrifikasi sekaligus meningkatkan lokalisasi komponen untuk teknologi tersebut.
Baca juga: Imbas konflik Timur Tengah, ekspor Toyota alami gangguan logistik
Perjalanan industri Toyota di Indonesia telah berlangsung lebih dari lima dekade. Perusahaan memulai bisnisnya pada 1971 dengan penjualan mobil secara completely built up (CBU) alias impor utuh, sebelum kemudian beralih ke perakitan lokal.
Tahap berikutnya adalah pengembangan manufaktur lokal, yang tidak hanya merakit kendaraan tetapi juga memproduksi komponen di dalam negeri.
"Pada 1987, Indonesia mulai diposisikan sebagai basis ekspor kendaraan Toyota, peran yang terus berkembang hingga sekarang." kata Ernando.
Di sisi layanan purnajual, Toyota mencatat tingkat kepercayaan pelanggan yang tinggi. Program T-Care yang memberikan bebas biaya jasa dan suku cadang hingga servis ketujuh atau tiga tahun untuk kendaraan baru, mendorong hampir 90 persen pelanggan melakukan perawatan di jaringan resmi.
Saat ini Toyota didukung lebih dari 360 outlet resmi dan lebih dari 1.000 part shop yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memastikan suku cadang hingga berbagai layanan mudah dijangkau pelanggan.
Baca juga: Toyota pernah diajak diskusi oleh Agrinas soal proyek pengadaan pikap
Strategi produk juga disesuaikan dengan karakter pasar di tiap wilayah. Di Sumatera Toyota memiliki total 63 outlet, pangsa pasar mencapai 37 persen, dengan penjualan kendaraan lima dan tujuh penumpang yang paling kuat. Kijang Innova menjadi primadona.
Di Jawa, tersebar sebanyak total 210 outlet resmi, pangsa pasar mencapai 30,5 persen. Selain itu, di Kalimantan Toyota memiliki 23 outlet, pangsa pasar mencapai 36,3 persen, dengan Hilux menjadi model yang paling dicari berkat kebutuhan kendaraan untuk kerja berat.
Sementara di kawasan Indonesia timur seperti Sulawesi (39 outlet), Toyota meraup pangsa pasar 40,4 persen, dengan mobil keluarga terjangkau Calya menjadi model yang paling diminati.
Di Bali dan Nusa Tenggara total outlet sebanyak 16 dan pangsa pasar 32,6 persen, dan di Papua total 10 outlet dengan market share 47,7 persen.
"Di mana pun Toyota berada di seluruh Indonesia, kami selalu sesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan kondisi masyarakat di daerah setempat, kita memiliki diferensiasi dalam hal produk apa yang ditawarkan maupun bentuk after sales. Di daerah-daerah seluruh Indonesia pencapaian market share kami minimal di atas 30 persen, bahkan di beberapa titik ada yang mendekati 50 persen." Ernando menjelaskan.
Baca juga: Toyota buka pre-order sedan listrik bZ7 dengan harga mulai Rp439 juta
Baca juga: Toyota Yaris dan Yaris Cross 2026 diperbarui dengan teknologi baru
Baca juga: Toyota akan memperkenalkan akses kunci mobil digital Apple
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026