Jakarta (ANTARA) - VP Marketing Xpeng Indonesia Hari Arifianto mengemukakan pergeseran tren penjualan yang menunjukkan perubahan kecenderungan konsumen mobil listrik Xpeng di Indonesia.
Dalam acara temu media di Jakarta, Kamis, dia menyampaikan bahwa penjualan model Xpeng X9 dan Xpeng G6 sekarang hampir berimbang.
"Sebelumnya X9 bisa sampai 80 persen dan G6 hanya 20 persen, sekarang sudah hampir 50:50. Ini perkembangan yang sangat positif," kata Hari.
Perubahan yang mulai terlihat semenjak partisipasi perdana Xpeng dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada Februari itu, menurut dia, menandakan bahwa pasar kendaraan Xpeng tidak lagi didominasi konsumen pengadopsi awal yang memilih model unggulan dan membeli secara tunai.
Baca juga: XPeng luncurkan X9 EV dengan sistem kemudi roda belakang dan 3 chip AI
Hari mengemukakan bahwa perubahan kecenderungan konsumen juga tercermin dari pilihan skema pembayaran.
Menurut dia, sebelumnya pembelian kendaraan Xpeng kebanyakan dilakukan secara tunai, tetapi sekarang komposisi pembelian secara kredit dan tunai hampir berimbang.
"Artinya, segmennya makin luas. Bukan hanya pembeli hobi atau yang secara finansial sangat kuat, tapi juga konsumen yang menjadikan EV sebagai kendaraan kedua," kata Hari.
Xpeng telah mengadakan seremoni serah terima kendaraan ke-1.000 di Indonesia.
Perusahaan saat ini merakit kendaraannya di fasilitas produksi di Purwakarta dan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada kendaraan buatannya sudah di atas 40 persen.
"Masa inden G6 yang sebelumnya bisa melampaui tiga bulan kini mulai menyusut seiring perbaikan kapasitas produksi," kata Hari.
Baca juga: IIMS 2026 tunjukkan daya tarik mobil buatan China di Indonesia
Baca juga: Geely kirim 1.000 mobil listrik rakitan lokal ke konsumen Indonesia
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026