Jakarta (ANTARA) - BYD dikabarkan telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Kanada untuk mengekspor kendaraan listrik ke negara tersebut di bawah kebijakan tarif impor baru yang menetapkan tarif 6,1 persen.

Dilaporkan Carnewschina pada Kamis waktu setempat, pemerintah Kanada membuka kesempatan bagi kendaraan energi baru asal China untuk diekspor ke pasar domestik dengan tarif berlaku 6,1 persen, berlaku untuk kuota yang dimulai 1 Maret sampai 31 Agustus 2026.

Tarif ini ditetapkan sebagai tarif negara paling diistimewakan (Most-Favoured-Nation / MFN). Pemerintah Kanada menyatakan bahwa izin impor akan diberikan berdasarkan prinsip “siapa cepat dia dapat” (first-come, first-served)

Kuota awal tersebut mencakup 49.000 unit kendaraan berupa kendaraan listrik baterai (BEV), hibrida (HEV), dan hibrida plug-in (PHEV). Adapun rencana jangka panjang memperluas kuota hingga 70.000 unit pada tahun 2030. Diketahui, kebijakan ini merupakan perubahan dari aturan sebelumnya.

Baca juga: BYD perkenalkan Denza Z9 GT dengan jangkauan listrik terjauh di dunia

Pada Oktober 2024, Kanada memberlakukan tarif tambahan 100 persen untuk kendaraan energi baru dari China, sehingga total bea masuk mencapai 106,1 persen, yang hampir menghentikan ekspor EV China ke Kanada. Pada 2023, China mengekspor sekitar 41.700 unit kendaraan energi baru penumpang ke Kanada, naik sekitar 751 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara pada paruh pertama 2024, ekspor mencapai sekitar 13.200 unit, meningkat sekitar 500 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai impor kendaraan listrik asal China ke Kanada meningkat signifikan dari kurang dari 100 juta dolar Kanada pada 2022 menjadi sekitar 2,2 miliar dolar Kanada pada 2023, setara sekitar 44.400 unit kendaraan. Namun setelah pemberlakuan tarif tinggi Oktober 2024, ekspor hampir turun 92 persen pada kuartal terakhir tahun itu.

Selain BYD, produsen lainnya seperti Chery Automobile juga dilaporkan tengah mempersiapkan strategi agar dapat memasuki pasar Kanada, termasuk merekrut tenaga ahli di bidang teknik kendaraan, arsitektur elektronik dan kelistrikan, serta sertifikasi regulasi yang diperlukan.

Permohonan BYD ini diajukan di tengah dorongan kuat dari industri kendaraan China untuk memperluas pangsa pasar global, terutama di negara yang sebelumnya menerapkan hambatan tarif tinggi.

Baca juga: BYD ungkap detail spesifikasi Seal 08 jelang debut pada 5 Maret

Baca juga: BYD rilis gambar resmi Seal 07 EV menjelang peluncuran

Baca juga: BYD uji flash charge 1.500 kW, hampir tiga kali lipat daya Tesla V4

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026