Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif India, Mahindra & Mahindra, menegaskan kembali bahwa perusahaan telah mendapat pesanan 35.000 kendaraan komersial ringan dari Indonesia dan akan mengirimkan kendaraan-kendaraan pesanan itu tahun ini. 

Publikasi India, Economic Times, pada Selasa (3/3) mewartakan bahwa Mahindra menerima pesanan kendaraan itu dari perusahaan milik negara Indonesia, Agrinas Pangan Nusantara, untuk Proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono pada 26 Februari 2026 menyampaikan bahwa pelaksanaan rencana impor 105.000 kendaraan dari India untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan ditunda sampai ada keputusan dari Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Mahindra menyatakan belum mendapat pemberitahuan dari Indonesia tentang penangguhan pengiriman pesanan kendaraan dan telah menerima pembayaran di muka untuk mengirim kendaraan.​​​​​​​

Baca juga: Spesifikasi Mahindra Scorpio yang bakal jadi mobil operasional KDKMP

Mahindra dan Agrinas Pangan Nusantara bekerja sama untuk menyediakan kendaraan pengangkut guna mendukung operasional koperasi.

Dalam kemitraan tersebut, Mahindra akan mengirim​​​​​​​ Scorpio Pik Up yang diproduksi di pabrik Nashik, India, ke Indonesia.

"Pikap kami dirancang untuk berkinerja dalam kondisi sulit sambil menjaga biaya operasional seminimal mungkin," kata ​​​​​​​CEO Divisi Otomotif M&M Nalinikanth Gollagunta.

Rencana pemerintah untuk impor 105.000 mobil dari India guna mendukung pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai kontroversi.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai importasi mobil dari India tersebut bisa mengganggu industri otomotif lokal dan menyarankan penundaan impor.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad telah meminta pemerintah untuk menunda impor mobil dari India.

Baca juga: DPR: Agrinas tak perlu impor 105 ribu mobil niaga dari India

Baca juga: Agrinas menyatakan taat dan tanggung jawab soal impor pikap India

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026