Jakarta (ANTARA) -

Tesla dikabarkan tengah menyiapkan pembaruan pada sistem matrix headlight guna mengatasi salah satu keluhan pengguna, yakni pantulan berlebihan dari rambu jalan reflektif saat lampu jauh aktif.

Laman Carscoops pada Kamis melaporkan bahwa teknologi Matrix LED memungkinkan lampu depan membagi sorotan ke beberapa segmen cahaya yang bisa diatur secara terpisah. Dengan sistem ini, lampu jauh tetap menyala tanpa menyilaukan pengemudi dari arah berlawanan atau kendaraan yang berada di depan.

Tesla pertama kali mengaktifkan fungsi matrix headlight melalui pembaruan perangkat lunak pada 2024. Kini, seorang pengguna platform X menemukan kode dalam rilis perangkat lunak terbaru yang memuat fitur tersembunyi bernama “matrix_two_stage_reflection_dip”. Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus.

Baca juga: Tesla hapus istilah Autopilot di California untuk tetap bisa berjualan

Berdasarkan nama fitur tersebut, sistem baru diduga memungkinkan peredupan cahaya dalam dua tahap. Artinya, lampu tidak hanya menyala atau mati pada segmen tertentu, tetapi juga dapat menurunkan intensitas secara bertahap.

Pendekatan ini dinilai dapat mengurangi efek silau saat sorotan lampu jauh mengenai rambu atau marka reflektif yang memantulkan cahaya secara tajam ke arah pengemudi.

Belum ada informasi resmi terkait waktu peluncuran fitur tersebut. Namun, pembaruan ini diperkirakan tidak memerlukan perubahan perangkat keras dan dapat didistribusikan melalui over-the-air update, seperti pembaruan perangkat lunak Tesla pada umumnya.

Baca juga: Harga Tesla bekas melonjak dibandingkan mobil EV lainnya

Selama bertahun-tahun, teknologi Matrix LED belum bisa diterapkan secara luas di Amerika Serikat karena regulasi yang belum mendukung. Namun, Tesla sebelumnya menyatakan siap menghadirkan fitur matrix headlight di seluruh lini modelnya di pasar AS dalam waktu dekat.

Jika pembaruan ini terealisasi, sistem pencahayaan adaptif Tesla akan memiliki kontrol yang lebih presisi, terutama bagi pengguna yang sering berkendara di jalan minim penerangan.

Baca juga: Tesla jadikan fitur mengemudi otomatis langganan Rp1,6 juta per bulan

Baca juga: Tesla hentikan sistem Autopilot untuk dorong adopsi Full Self-Driving

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026