Jakarta (ANTARA) - Pabrikan kendaraan roda dua asal Indonesia, Alva telah berhasil mendapatkan sertifikasi penting sebagai pengakuan pemerintah atas tingkat kesiapan industri dalam mengimplementasikan transformasi digital melalui Sertifikat Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

"Sertifikat INDI 4.0 ini merupakan pengakuan atas komitmen Alva dalam mengadopsi teknologi digital dan praktik terbaik Industri 4.0. Pencapaian ini memperkuat posisi kami sebagai pemain kunci dalam industri mobilitas elektrifikasi di Indonesia,” kata Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha dalam keterangan resminya, Senin.

Capaian ini memuat pihaknya bersemangat untuk terus menghadirkan beragam inovasi dan juga teknologi penting yang dapat menumbuhkan industri sepeda motor listrik di Indonesia.

Baca juga: Alva resmi bentuk komunitas AOC 

Baca juga: ALVA bakal meluncurkan model motor listrik baru di GIIAS 2024

“Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kapabilitas digital untuk memberikan solusi mobilitas yang lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang,” lanjut dia.

Dia juga menjelaskan bahwa sertifikat INDI 4.0 merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai instrumen nasional untuk mengukur kesiapan perusahaan manufaktur dalam bertransformasi menuju era Industri 4.0, yakni era industri manufaktur yang mengintegrasikan teknologi digital cerdas ke dalam seluruh proses produksi.

Maka dari itu, INDI 4.0 menjadi acuan strategis dalam mendorong percepatan transformasi industri nasional, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0.

Kepercayaan pemerintah kepada Alva untuk menerima sertifikat ini, semakin menegaskan bahwa pabrikan ini telah memiliki fondasi yang kuat dalam penerapan smart manufacturing dan siap melangkah ke tahap implementasi yang lebih komprehensif.

Alva juga merupakan satu-satunya produsen motor listrik merek Indonesia yang memperoleh pengakuan ini, sekaligus dinilai unggul dalam kesiapan transformasi digital.

Baca juga: Alva mulai distribusikan One XP pada April, ini sebabnya

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta keberadaan R&D mandiri seperti yang dimiliki Alva, menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam penilaian kami.

Ini menunjukkan bahwa Alva tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada inovasi dan pengembangan teknologi secara berkelanjutan.

“Kami mendorong ALVA untuk terus melangkah ke tahapan berikutnya, dengan target menjadi National Lighthouse dalam program nasional INDI 4.0 di tahun 2026,” tegas dia.

Pencapaian ini menempatkan ALVA dalam jalur pengembangan menuju Champion INDI 4.0, yang merupakan tahapan strategis sebelum mencapai status National Lighthouse – yaitu predikat bagi perusahaan yang dinilai unggul dan menjadi acuan nasional dalam penerapan industri 4.0 berbasis digitalisasi terintegrasi – dan selanjutnya berpotensi menjadi Global Lighthouse dalam ekosistem Industri 4.0.

Status ini menegaskan bahwa ALVA memiliki kapabilitas untuk menjadi percontohan bagi merek motor listrik lain di Indonesia dalam mengadopsi teknologi digital dan praktik terbaik manufaktur modern, serta mampu melakukan scale-up secara nasional.

Baca juga: Produsen motor listrik Alva yakin 2026 penjualan tetap subur

Baca juga: ALVA pertegas komitmennya di era elektrifikasi roda dua di Tanah Air

Baca juga: ALVA N3 dipamerkan di EICMA Italia 2025

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026