Jakarta (ANTARA) - Merek MG milik SAIC diwartakan telah mencapai angka penjualan kendaraan akumulatif lebih dari satu juta unit di wilayah Eropa, menjadikannya sebagai merek kendaraan China pertama yang mencapai tonggak tersebut.

CarNewsChina pada Minggu (22/2) mewartakan bahwa MG menjual lebih dari 300.000 kendaraan di pasar Eropa selama tahun 2025, membukukan peningkatan penjualan 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara spesifik, MG pada tahun 2025 menjual 137.000 unit seri Hybrid+, meningkat 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta 46.000 kendaraan listrik murni.

Pada paruh pertama tahun 2025, MG sudah menjadi merek mobil China terlaris di Eropa dengan angka penjualan 153.000 unit, untuk pertama kalinya melampaui Tesla dalam penjualan setengah tahun menurut Asosiasi Produsen Mobil Eropa.

Melihat ke belakang, MG pada tahun 2021 menjual lebih dari 50.000 kendaraan di Eropa, yang pada 2022 menjadi pasar luar negeri pertama tempat MG menjual lebih dari 100.000 kendaraan.

Perusahaan tersebut menjual 200.000 kendaraan di pasar Eropa pada tahun 2023.

Hingga saat ini, penjualan akumulatif MG di Italia, Spanyol, dan Prancis telah melampaui 100.000 unit.

Baca juga: MG S5 EV dipasarkan dengan harga mulai Rp357,9 juta

MG secara akumulatif telah menjual lebih dari 370.000 unit kendaraan di Inggris dan penjualan kendaraan listrik murninya melampaui 100.000 unit di negara itu.

Tahun ini, hingga Januari MG telah mengirimkan hampir 26.000 kendaraan di Eropa, mencatatkan peningkatan penjualan sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

MG awalnya merupakan produsen mobil asal Inggris yang diakuisisi oleh Nanjing Automotive Corporation pada 2005. ​​​​​​SAIC kemudian mengakuisisi Nanjing Automotive Corporation pada 2007.

Baca juga: Chery berambisi jadi merek mobil hibrida nomor 1 di dunia

Baca juga: Penjualan mobil merek China di Indonesia tembus 113.000 unit pada 2025

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026